Senin, 24 Januari 2022

Indonesia Terima Dua Tahap Vaksin Sinovac Sebanyak Delapan Juta Dosis

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Kedatangan vaksin ke Tanah Air, Sabtu (13/11/2021). Foto: Antara

Indonesia kedatangan dua tahap sekaligus vaksin Covid-19 dengan total delapan juta dosis Sinovac dalam bentuk jadi untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 nasional.

Siti Nadia Tarmizi Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan mengatakan, vaksin tahap ke-121 tiba pada Jumat (12/11/2021) dalam jumlah empat juta dosis.

Sedangkan tahap ke-122, dengan jumlah yang sama, tiba di Tanah Air pada Sabtu (13/11/2021) ini.

“Lancarnya kedatangan vaksin membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal,” kata Nadia dalam keterangan tertulis itu seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan dengan kedatangan delapan juta vaksin itu, ketersediaan vaksin aman. Pemerintah sudah berkomitmen untuk terus mendatangkan vaksin dalam rangka mengamankan ketersediaan vaksin di Indonesia untuk melindungi rakyatnya.

Jumlah penduduk Indonesia yang divaksin terus bertambah. Pemerintah menargetkan sampai akhir 2021, setidaknya 123 juta penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Menurut Nadia, vaksinasi bukan sekadar upaya melindungi diri, melainkan juga untuk melindungi keluarga dan seluruh masyarakat.

“Segera lakukan vaksinasi untuk melindungi kita dari risiko sakit berat jika terinfeksi virus Covid-19 dan juga mencegah terjadinya lonjakan kasus,” ujarnya.

Ia menuturkan, di banyak negara Eropa telah terjadi lonjakan kasus Covid-19. Rusia mengalami lonjakan kasus dengan lebih dari 35.000 kasus baru terdeteksi dalam 24 jam.

“Belajar dari situ, kita harus disiplin protokol kesehatan dan segera lakukan vaksinasi. Ketersediaan vaksin aman,” ujarnya.

Nadia juga mengajak seluruh pimpinan daerah untuk bergerak lebih aktif memantau parameter penanganan pandemi secara berkala agar bisa mengambil langkah cepat mengantisipasi lonjakan kasus.

Parameter yang dimaksud seperti jumlah kasus aktif, positivity rate, dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR).

Pemerintah daerah juga harus perkuat cakupan vaksinasi, 3T (testing, tracing, dan treatment), dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di berbagai tempat, seperti mal, kafe, pasar, dan tempat wisata.

“Semua pihak harus berperan dalam penegakan protokol kesehatan sebagai bentuk antisipasi penularan COVID-19,” kata Nadia.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Senin, 24 Januari 2022
27o
Kurs