Senin, 25 Januari 2021

Jokowi Presiden Menerima Suntikan Vaksin Covid-19 Pertama dalam Program Vaksinasi Nasional

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden saat menerima Vaksin Covid-19 produksi Sinovac pertama, dalam Program Vaksinasi Nasional, Rabu (13/1/2021), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Tangkapan layar siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden

Joko Widodo Presiden, pagi hari ini, Rabu (13/1/2021), menjalani vaksinasi Covid-19 dalam Program Vaksin Nasional, di Istana Kepresidenan Jakarta.

Presiden menjadi orang pertama yang menerima suntikan Coronavac vaksin Covid-19 produksi Sinovac, di halaman Istana Merdeka.

Pantauan suarasurabaya.net langsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Jokowi menjalani proses sekitar tiga menit, dari pukul 09.40 sampai 09.43 WIB.

Tim Vaksinator memasukkan vaksin Coronavac ke dalam suntikan yang akan diberikan kepada Jokowi Presiden, Rabu (13/1/2021), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Tangkapan layar siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden

Prosesnya mulai dari menunjukkan undangan vaksinasi yang dikirim Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 di ponsel.

Kemudian, periksa kesehatan seperti tensi darah dan suhu tubuh, mendapatkan suntikan dari vaksinator, sampai proses pendataan sudah melakukan vaksinasi.

Usai vaksinasi, Jokowi Presiden yang memakai kemeja putih lengan pendek, langsung masuk ke Istana Merdeka.

Rencananya, Presiden nanti akan memberikan keterangan sesudah 30 menit, untuk menceritakan pengalaman dan apa yang dirasakan tubuhnya sesudah mendapatkan suntikan Coronavac vaksin Covid-19 produk.

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac disuntikkan Dokter Kepresidenan ke dalam tubuh Jokowi Presiden, Rabu (13/1/2021), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Tangkapan layar siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan menyiapkan Program Vaksinasi Nasional yang akan dilaksanakan dua tahap dengan target 181 juta orang, untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Tahap pertama, pertengahan Januari sampai April 2021, dengan prioritas 1,3 juta petugas kesehatan dan 17 juta petugas layanan publik.

Tahap kedua, mulai April 2021, untuk 63 juta masyarakat rentan tertular.

Coronavac, salah satu vaksin yang dipakai dalam Program Vaksinasi Nasional.

Pemerintah sudah membeli tiga juta dosis vaksin buatan China tersebut, dan bahan baku yang nantinya diproses menjadi vaksin siap pakai oleh PT Bio Farma.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa, Vaksin Covid-19 produksi Sinovac hukumnya suci dan halal.

Berdasarkan hasil audit Komisi Fatwa serta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Coronavac tidak mengandung zat yang haram.

Kemudian, Senin (11/1/2021), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat untuk Coronavac, berdasarkan hasil uji klinis di Indonesia dan beberapa negara.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Tiang ‘Doyong’ ke Jalan

Yok, Dorong Yok

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

Surabaya
Senin, 25 Januari 2021
30o
Kurs