Senin, 6 Desember 2021

Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU RS Rujukan Covid-19 Jatim Mulai Turun

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Pasien sembuh di RSDL Indrapura menuju gerbang pemulangan untuk kembali ke rumah. Foto: Anton Kusnanto suarasurabaya.net

Bed Ocupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di Jatim berangsur turun, Rabu (27/1/2021). Pemprov Jatim mengaitkan ini dengan pelaksanaan PPKM.

Dokter Makhyan Jibril Al-Farabi Staf Khusus Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim bilang, di awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid pertama, rata-rata BOR lebih dari 70 persen.

“Per kemarin, Alhamdulillah ICU 67 persen, isolasi biasa 69 persen. Mulai tampak penurunan. Karena di awal PPKM itu BOR isolasi biasa 80 persen dan Isolasi ICU 73 persen,” ujarnya.

Jibril menilai, dengan adanya penurunan tingkat keterisian tempat tidur di RS Rujukan Covid-19 itu, pelaksanaan PPKM jilid pertama di Jawa Timur sebenarnya bukan tanpa hasil.

Meski begitu, dia mengakui, kasus Covid-19 di Jatim masih mengkhawatirkan. Sampai Rabu ini, jumlah kasus tambahan Covid-19 di Jatim masih lebih dari seribu. Secara kumulatif, total mencapai 108.017 kasus.

Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jilid Kedua ini, tercatat masih ada tujuh daerah yang berstatus zona merah atau tingkat risiko tinggi virus SARS CoV-2.

Tujuh daerah itu antara lain Kota Madiun, Kota Blitar, Blitar, Madiun, Trenggalek, Ponorogo dan Magetan. Sedangkan 31 kabupaten/kota lainnya zona oranye atau tingkat risiko sedang.

Jibril memastikan, tujuh kabupaten/kota zona merah itu wajib menjalankan PPKM jilid kedua untuk menekan kasus Covid-19 di daerah masing-masing sehingga bisa secara bertahap menjadi zona oranye.

“Daerah yang melaksanakan PPKM tahap II ini sesuai dengan Inmendagri. Yakni memenuhi empat Kriteria dari KCPEN dan masuk zona merah sesuai data Gugus Tugas Covid-19 Nasional,” katanya.

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim berharap masyarakat bisa lebih disiplin protokol kesehatan selama pelaksanaan PPKM Jilid Kedua sampai 8 Februari mendatang.

Disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, dia ingatkan, menjadi salah satu cara untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Kembali saya ingatkan untuk terus menjaga protokol kesehatan demi kebaikan dan menjaga keselamatan bersama di masa pandemik Covid-19,” tulisnya di Instagram @khofifah.ip, Selasa (26/1/2021) kemarin.(den/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
26o
Kurs