Rabu, 1 Februari 2023

Khofifah Resmikan Green Toilet Masjid Al-Akbar yang Terinspirasi Masjid di Brunei Darussalam

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Khofifah meresmikan green toilet Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim meresmikan Kubah dan Green Toilet serta tempat wudlu Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Kamis (10/11/2021).

Peresmian itu ditandai penandatanganan prasasti didampingi Dr KH Ridwan Nasir Imam Besar, M Roziqi Ketua Baznas Jatim, dan MAS H M Sudjak Ketua Badan Pengelola, serta KH. Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jatim.

Peresmian Green Toilet dan tempat wudlu sendiri merupakan pengembangan Green Toilet zona 1 yang juga telah diresmikan oleh Khofifah pada 2020 lalu. Saat ini, Khofifah meresmikan Green Toilet zona 2, 3 dan 4.

Sehingga, dari total 4 zona Green Toilet yang terdapat di MAS, memiliki jumlah kran wudhu sebanyak 539 kran, kamar mandi sebanyak 35 ruang, WC sebanyak 41 unit, Urinoir sebanyak 43 unit, Wastafel 21 unit dengan sistem pro environment.

Pembangunan Green Toilet dan tempat wudlu sendiri diinisiasi Khofifah yang menginginkan toilet di dalam Masjid harus indah, baik dan bersih. Tujuannya yakni agar umat yang beribadah menjadi lebih nyaman dan tenang.

Ketua Muslimat NU ini juga menyampaikan, ide adanya Green Toilet di MAS ini, merupakan pengalamannya saat mengunjungi Masjid di Bandar Sri Begawan-Brunei Darussalam.

Di masjid itu, ada ornamen indah di dalam dan di luar masjid, termasuk di area toiletnya.

“Paling tidak di bawah (Green Toilet) sudah cukup indah dan bersih serta bisa menjadi bagian referensi bagaimana format masjid dengan suasana indah dan di-support toilet bersih dan indah sehingga menambah nyaman dan khusyu’-nya jemaah,” kata Khofifah.

Untuk diketahui, Green Toilet MAS berorientasi pro environment. Di dalamnya ada sistem pengolahan limbah air wudhu dan limbah toilet berupa IPAL.

Bisa digunakan untuk menyiram tanaman dan untuk kolam ikan. Sehingga, limbah toilet tersebut pun tidak berbau dan masjid menjadi semakin bersih.

Selain itu, air di Green Toilet ini juga menggunakan sistem gravitasi naik/turun. Sehingga air yang digunakan pun sehat.

Adapun sistem pencahayaannya telah menggunakan sistem pencahayaan alam dan LED (Light Emitting Diode).

Tidak hanya itu, Green Toilet MAS juga sudah disetting sedemikian rupa untuk menghadapi new normal di tengah pandemi Covid-19.

Ada pun kran-kran air wudhu juga di atur dengan jarak sekitar satu meter lebih. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan dan tetap melakukan physical distancing.

Khofifah mengatakan, pembangunan toilet ini merupakan bentuk dari pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan toilet ini adalah inisiatif luar biasa dari pengelola MAS.

Sebab, limbah dari air wudhu tak terbuang begitu saja, melainkan bisa digunakan untuk kepentingan masjid yang lain.

“Saya berharap, sistem ini dapat diikuti oleh masjid-masjid lain di Jawa Timur. InsyaAllah ini manfaatnya akan terus mengaliri dan mengairi kehidupan di lingkungan sekitar Masjid Nasional Al Akbar. Dan tentu saja yang kita harapkan adalah masyarakat yang salat dan wudhu di sini akan merasa nyaman,” kata Khofifah.

Selain meresmikan Green Toilet MAS, dalam kesempatan tersebut Gubernur Khofifah juga meninjau pasca renovasi Kubah Masjid di MAS. Dimana renovasi Kubah Masjid merupakan renovasi pertama sejak 1995.

Adapun renovasi Kubah berukuran 54 x 54 meter tersebut membutuhkan waktu satu tahun. Dimana renovasi tersebut diantaranya penggantian space frame dan pengecatan Kubah dengan sistem Oven di atas suhu 100 derajat.

Serta lapisan enamel agar memastikan anti karat sehingga tidak terjadi kebocoran dan umat yang beribadah pun menjadi nyaman.

“Ibu Gubernur sangat berkeinginan bagaimana Masjid harus indah dan nyaman . Karena masjid tidak hanya untuk yang akan sholat, melainkan untuk kegiatan mengaji, berbudaya dan kegiatan amaliah,” kata KH Sudjak Ketua Badan Pengelola Masjid Al Akbar Surabaya.

Pada kesempatan tersebut, pengurus MAS mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Jatim karena dalam dua tahun terakhir mendapatkan perhatian khusus berupa hibah renovasi.

“Dimana sebelumnya pada tahun 2020 MAS telah mendapatkan bantuan untuk merenovasi Kubah utama, pengecatan gedung ruang utama dan pengaspalan. Pada tahun 2021, MAS kembali mendapatkan bantuan hibah renovasi dan rehabilitasi untuk Kubah anakan dan Green Toilet,” ujarnya.(wld/den)

Berita Terkait