Senin, 27 September 2021

Korsel Deteksi Dua Kasus Pertama Covid-19 Varian Delta Plus

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Para pegawai sebuah perusahaan layanan disinfeksi membersihkan stasiun 'subway' di Seoul, Korea Selatan, Rabu (11/3/2020), di tengah ketakutan akan penyebaran virus corona (COVID-19). Foto: Reuters/Heo Ran

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) telah mendeteksi dua kasus pertama Covid-19 varian baru Delta Plus di Korea Selatan, di tengah perjuangan menahan gelombang keempat infeksi virus corona secara nasional.

Varian Delta Plus adalah subgaris keturunan dari varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India, dan telah memperoleh mutasi protein lonjakan yang disebut K417N, yang juga ditemukan dalam varian Beta yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

Laporan kasus Covid varian Delta Plus sejauh ini masih sedikit. Inggris, Portugal dan India, telah melaporkan beberapa kasus varian tersebut.

“Kasus pertama (di Korea Selatan) diidentifikasi pada seorang pria berusia 40-an yang tidak memiliki catatan perjalanan baru-baru ini,” kata KDCA kepada Reuters seperti dilansir Antara, Selasa (3/8/2021).

Hasil tes pada orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pria tersebut menunjukkan bahwa salah satu anggota keluarganya dinyatakan positif, namun KDCA tidak mengonfirmasi bahwa pasien tersebut terinfeksi Delta Plus.

“Kasus kedua ditemukan pada pelancong luar negeri,” kata KDCA.

Beberapa ilmuwan mengatakan varian Delta Plus mungkin lebih menular. Beberapa penelitian sedang berlangsung di India dan secara global untuk menguji efektivitas vaksin terhadap varian tersebut.

Korea Selatan melaporkan 1.202 kasus tambahan pada Senin (2/8/2021) sehingga total kasus menjadi 202.203, dengan 2.104 korban jiwa.(ant/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
27o
Kurs