Senin, 18 Oktober 2021

Limbah Medis Covid-19 di Pulau Jawa Melonjak Signifikan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Limbah medis. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengungkapkan, limbah medis infeksius Covid-19 melonjak drastis dalam empat bulan terakhir.

Bahkan, berdasarkan data yang dipegangnya, ada daerah yang jumlah limbah medisnya naik 10 kali lipat.

Penambahan signifikan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) itu terjadi seiring lonjakan kasus infeksi Virus Corona, di sejumlah daerah Pulau Jawa.

“Data jumlah limbah medis dari seluruh provinsi dari awal Maret sampai tanggal 27 Juli 2021 yang sudah kami terima sebanyak 18.460 ton,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (28/7/2021), sesudah rapat kabinet terbatas, di Jakarta.

Siti Nurbaya bilang, di Jawa Barat pada tanggal 9 Maret jumlah limbahnya sekitar 74 ton. Lalu pada 27 Juli jumlahnya sudah sebanyak 806 ton. Jadi, ada peningkatan lebih dari 10 kali lipat.

Di Provinsi Jawa Tengah, lanjut Siti Nurbaya, pada 9 Maret jumlah limbah medis sekitar 102 ton, kemudian tanggal 27 juli 2021 jadi 502 ton atau meningkat lima kali lipat.

“Di Jawa Timur pada 9 Maret limbah medis sebanyak 509 ton, lalu meningkat menjadi 629 ton pada 27 Juli 2021,” paparnya.

Selanjutnya, di Provinsi Banten pada 9 Maret total ada 228 ton limbah medis, lalu meningkat pada 27 Juli menjadi 591 ton.

Data limbah medis di DKI Jakarta per tanggal 9 Maret ada 7.496 ton, lalu meningkat menjadi 10.939 ton pada tanggal 27 Juli 2021.

Menurut Menteri LHK, peningkatan pasien Covid-19 berkorelasi dengan jumlah limbah medis.

“Tapi, untuk mengetahui apakah banyaknya limbah medis memicu penularan Virus Corona, perlu ada penelitian khusus,” tegasnya.

Sekadar informasi, limbah medis Covid-19 yang banyak ditemukan berupa infus bekas, masker medis, botol vaksin, jarum suntik, face shield, perban, dan hazmat.

Kemudian, alat pelindung diri seperti pakaian medis, dan sarung tangan, lalu alat PCR/antigen, dan alcohol swab.

Limbah medis infeksius itu berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit darurat, pusat karantina/isolasi, rumah isolasi mandiri, serta tempat uji deteksi dan vaksinasi Covid-19.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Senin, 18 Oktober 2021
28o
Kurs