Minggu, 18 April 2021

Maksimalkan Tangkapan Nelayan, Tiga Mahasiswa ITS Buat E-Keramba

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Prototype E-Keramba karya mahasiswa ITS yang membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan. Foto: humas ITS

Potensi Sektor perikanan di Indonesia dianggap belum maksimal membuat tiga mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS mengembangkan inovasi keramba jaring apung yang dilengkapi sistem feeder yang diberi nama E-Keramba.

Ketiga mahasiswa itu adalah Alfiyan Rizki Maulidan, Fakhri Ihsan Nalendro, dan Hanif Srisubaga Alim yang semuanya merupakan mahasiswa angkatan 2019. Inovasi ini dikembangkan selama sekitar tiga bulan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup dari masyarakat pinggir pantai yang mayoritas adalah nelayan.

Alfiyan menyampaikan, berbagai fitur dengan teknologi mutakhir yang nantinya akan dipasangkan pada E-Keramba. Pertama, keramba ini dilengkapi sistem feeder. Ini yang membedakan dengan inovasi yang dikembangkan sebelumnya.

Dengan adanya sistem tersebut, pemilik keramba akan lebih dimudahkan untuk memberikan makan kepada ikannya secara otomatis. “Tidak perlu ke tengah laut untuk memberikan makan ikan,” terang Alfiyan yang juga ketua tim.

Kedua, tambah Alfiyan inovasi ini memiliki chip arduino mega yang berfungsi mengatur sistem feeder, cara kerja Global Positioning System (GPS), dan gerakan dari mesinnya. Selain itu, keramba ini dapat digerakkan dari jarak tertentu menggunakan remote control, sehingga dapat mencari posisi yang cocok di dekat pantai.

“Apabila terjadi ombak besar ataupun kejadian alam yang dapat merusak keramba, bisa sesegera mungkin untuk mengembalikan keramba ke tempat semula. Dan ini sangat penting bagi nelayan,” tambah Alfiyan.

Baling-baling dan mesin yang ada pada keramba, kata Alfiyan ditenagai oleh panel surya, di mana panel suryanya itu di bagian setiap sisi dari pelampung. Alfiyan menambahkan bahwa pelampung yang digunakan dapat dibongkar pasang mengikuti ukuran rangka dari jaringnya, sehingga dapat dibangun lebih lebar lagi.

Berkat banyaknya fitur yang ada di dalamnya, E-Keramba juga telah berhasil meraih penghargaan skala internasional. Yakni meraih medali emas (Gold Medal) pada ajang Asean Innovative and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021.

Ditambahkan Alfiyan, E-Keramba juga tidak perlu dikhawatirkan lagi jika nantinya akan digunakan secara masif. Sebab, kabel-kabel yang digunakan pada keramba ini berada di dalam pelampung sehingga sangat kecil kemungkinan untuk air masuk. Inovasi ini juga sudah dikembangkan hingga prototipe berskala kecil dan sudah diuji cobakan pada sebuah kolam. “Uji coba pun dinilai berhasil karena semua fitur di dalamnya dapat bekerja secara optimal,” jelas Alfiyan.

Alfiyan dan tim berharap inovasi mereka dapat terus dikembangkan lebih lanjut hingga mencapai tahap prototipe yang menyerupai desain aslinya. Tidak hanya itu, mereka berharap E-Keramba dapat digunakan secara nyata oleh para nelayan, sehingga pendapatannya bisa lebih pasti dan terukur. “Di samping itu juga diharapkan produktivitas dari perikanan Indonesia bisa diupayakan seoptimal dan semaksimal mungkin ke depannya,” pungkas Alfiyan, Sabtu (6/3/2021).(tok/dfn/ras)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Minggu, 18 April 2021
33o
Kurs