Senin, 17 Januari 2022

Masyarakat akan Disuntik Vaksin Booster Bila Capaian Vaksinasi Sudah Merata

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Pelaksanaan Vaksinasi Terima Kasih hari kedua di GOR Delta Kabupaten Sidoarjo, Kamis (2/9/2021). Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Dokter Ari Baskoro Konsultan Bidang Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengatakan, masyarakat akan mendapat suntikan vaksin booster bila capaian vaksinasi di Indonesia sudah merata. Menurut dr. Ari, saat ini pemerintah sedang fokus untuk mempercepat vaksinasi, mengingat masih banyak masyarakat yang belum divaksinasi baik dosis pertama atau dosis lengkap.

“Menurut saya lebih baik pemerataan dulu agar kita mencapai herd immunity. Herd immunity itu sulit apalagi varian Delta. Kalau dulu 70 persen bisa tercapai herd immunity, penelitian terbaru bisa 85 persen untuk mencapai itu karena varian Delta lebih cepat menular,” kata dr. Ari kepada Suara Surabaya, Kamis (2/9/2021).

Seperti diketahui saat ini pemerintah sedang melakukan vaksinasi booster menggunakan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan (nakes) karena mereka risiko terpaparnya tinggi.

Vaksin booster, kata Dokter Ari, untuk memperkuat dua suntikan yang telah diterima sebelumnya.

Walaupun berbeda platform vaksin dengan dosis 1 dan 2, namun menurutnya ini masih aman.

Menurut penelitan di luar negeri, orang yang mendapatkan vaksin beda platform antibodinya tercipta lebih baik.

“Banyak diteliti di luar negeri penggunaan vaksin berbeda platform antara yang pertama dan kedua. Dosis satunya pfizer, yang kedua AstraZeneca atau dibalik. Hasil penelitiannya lebih baik dibanding Pfizer 2 kali atau AstraZeneca dua kali,” imbuhnya.

Bahkan saat ini, sejumlah negara seperti China dan Uni Emirat Arab sedang melakukan mixing and matching, vaksin mana yang cocok untuk digandengkan.

Dia juga menjelaskan alasan penting mengapa seseorang perlu mendapat suntikan booster.

Vaksin pertama bertujuan untuk mengenalkan komponen virus terhadap antibodi. Lalu vaksin kedua untuk mempercepat terbentuknya respon imun atau diistilahkan dengan munculnya antibodi.

“Menurut penelitian sejak diberikan vaksinasi kedua, antibodi mencapai puncaknya 28 hari setelah vaksin kedua. Kemudian akan menurun pelan dan dalam waktu enam bulan berada di titik terendah. Artinya tubuh respon imunnya tidak sanggup untuk menahan virus bila terpapar. Di titik ini dibutuhkan untuk meningkatkan antibodi, ini yang disebut booster,” pungkasnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Senin, 17 Januari 2022
25o
Kurs