Minggu, 29 Mei 2022

Minimalisir Kecurangan USP, Siswa Wajib Patuhi Aturan Kejujuran

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Ilustrasi. Sejumlah guru mengikuti aktivitas daring di sebuah ruangan sekolah, dalam rangka pembelajaran secara daring. Foto: Totok b>suarasurabaya.net

Pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan (USP) di SMAN 15 mewajibkan siswa patuh pada aturan kejujuran. Satu di antaranya dengan memakai dua handphone untuk mengerjakan soal ujian.

“Dua handphone tersebut, satu untuk mengerjakan soal ujian, satu handphone lagi dipakai untuk monitor aktivitas siswa. Ini bagian dari upaya kami untuk meminimalisir kecurangan selama masa pelaksanaan ujian satuan pendidikan dilakukan, ” kata Johanes Mardi jono Kepala SMAN 15 Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Penggunaan dua handphone tersebut, lanjut Johanes sudah disosialisasikan kepada siswa oleh wali kelas masing-masing. Bahkan untuk menginformasikan hal itu pihak sekolah juga telah melakukan sosialisasi kepada masing-masing siswa peserta ujian.

“Sosialisasi kepada siswa sudah kami lakukan. Sosialisasi pada orang tua juga kami lakukan. Hal ini kami harapkan dapat dipahami oleh para siswa dan orang tua, sekaligus juga para guru di sekolah. Karena sejatinya ini untuk kepentingan bersama, ” tambah Johanes.

Bagaimana dengan siswa yang hanya punya satu handphone? Sekolah, tambah Johanes sudah mempersiapkan jika siswa memang terkendala perangkat untuk ujian dengan mewajibkan hadir di sekolah. Dan mengikuti ujian USP yang memang digelar secara daring ini.

“Boleh datang ke sekolah. Tapi memang jumlahnya terbatas, dan wajib patuh protokol kesehatan. Karena itu kami juga sosialisasikan bagaimana mekanisme ujian pada orang tua agar tidak sampai keliru persepsi, ” ujar Johanes.

Ujian satuan Pendidikan (USP) di SMAN 15 dijadwalkan digelar Senin (8/3/2021). Bagi siswa yang sudah memanfaatkan laptop, wajib menyalakan kamera sebagai sarana memantau aktivitasnya selama jam ujian. (tok/ton/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
29o
Kurs