Sabtu, 4 Februari 2023

Operasi Pencarian Korban Hilang Pascabencana Gunung Semeru Ditargetkan Berlangsung Sepekan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
evakuasi-jenazah-korban-apg-semeru Tim SAR Gabungan mengevakuasi salah satu jenazah korban APG Semeru, Selasa (7/12/2021). Foto: Istimewa

Tim pencarian dan pertolongan di bawah koordinasi Basarnas menargetkan waktu pencarian korban hilang akibat bencana awan panas guguran Gunung Semeru selama satu pekan.

Dihitung dari hari Sabtu (4/12/2021) waktu pertama kali terjadi bencana, maka proses pencarian orang yang hilang akan selesai tanggal 10 Desember 2021.

Kolonel Inf. Irwan Subekti Danrem 083/Baladhika Jaya yang juga menjadi Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru menyampaikan, warga yang masih dinyatakan hilang sebanyak 22 orang.

“Sekarang, upaya pencarian difokuskan di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan,” ujarnya dalam keterangan pers bersama BNPB, Selasa (7/12/2021) malam.

Dalam operasi pencarian, Kolonel Irwan bilang tim gabungan sangat memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan di lapangan.

Dia mengingatkan seluruh anggotanya waspada terhadap kondisi material vulkanik yang masih panas, dan kondisi hujan di puncak gunung supaya terhindar dari banjir lahar dingin.

Menurut Irwan, upaya pencarian warga yang masih dinyatakan hilang akan mengoptimalkan kemampuan para personel di lapangan, yang juga dibantu dengan alat berat.

Lebih lanjut, Kolonel Irwan menegaskan, selain memprioritaskan operasi pencarian, posko juga fokus menangani warga yang mengungsi.

Berdasarkan data yang dipegangnya, warga yang mengungsi ada 4.250 orang, tersebar di sejumlah titik Kabupaten Lumajang, satu titik di Kabupaten Malang, dan satu titik lagi di Blitar.

Khusus di Kabupaten Lumajang, jumlah warga yang mengungsi di Kecamatan Candipuro ada 1.733 orang, Pasirian 974 orang, dan Tempeh 400 orang.

Kemudian, di Kabupaten Pronojiwo 295 orang, Lumajang 199 orang, Pasrujambe 197 orang, Sukodono 191 orang, Sumbersuko 67 orang, Jatiroto 56 orang, Yosowilangun 28 orang, Ranuyoso 26 orang, Rowokangkung 16 orang, dan Gucialit 8 orang.(rid/ipg)

Berita Terkait