Jumat, 3 Desember 2021

Pandemi, Ubaya Bangun Pondasi Pendidikan Karakter Mahasiswa

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Di era double distruption, Ubaya persiapkan pendidikan karakter mahasiswa. Foto: Humas Ubaya

Menghadapi era double disruption yaitu era revolusi Industri 4.0 dan pandemi Covid-19, Ubaya berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarakter dan berintegritas agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia saat ini.

Komitmen Universitas Surabaya (Ubaya) terhadap kualitas mutu pendidikan diakui secara global oleh lembaga pemeringkatan QS Asia University Rankings 2021 yang menjadikan Ubaya sebagai The Best Private University in East Java.

Prestasi yang dicapai tersebut merupakan pengakuan pihak luar terkait reputasi serta kualitas pendidikan Ubaya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Timur. Beberapa indikator penilaian pemeringkatan universitas di antaranya international research network, faculty student ratio, international students, outbond exchange, citations per paper, inbound exchange, papers per faculty, international faculty, academic reputation, employer reputation dan faculty staff with PhD.

“Peringkat tersebut adalah bentuk konsekuensi yang diperoleh terhadap apa yang sudah kami kerjakan yang selalu mengutamakan kualitas. Dalam menghadapi situasi apa pun, Ubaya terus memegang komitmennya untuk meningkatkan kualitas, pendidikan karakter dan integritas. Tiga hal ini yang kami tanamkan kepada civitas academica dan terus diupayakan,” terang Benny Lianto Rektor Ubaya, Rabu (28/7/2021).

Proses pembelajaran secara daring akibat pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk tidak sekadar membuat mahasiswa menjadi lulusan yang pandai dari segi intelektual, namun juga berkarakter baik. Ubaya sebagai The Best Private University in East Java menurut QS Asia University Rankings 2021, menekankan pentingnya membangun pendidikan karakter mahasiswa di perguruan tinggi.

Saat ini, lanjut Benny Lianto, Ubaya serius menggarap persoalan pendidikan karakter. Sesuai dengan semangat dan visi kebijakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Ubaya ingin membentuk lulusan yang tidak hanya pintar secara akademis tetapi juga siap beradaptasi dengan tantangan dunia kerja di masa depan.

“Pembentukan kepribadian dan pengenalan potensi diri itu menjadi hal yang sangat penting. Hal baru yang akan segera kita garap di semester gasal 2021/2022 adalah kurikulum pembelajaran yang pondasinya dengan pondasi pendidikan karakter. Jadi sebelum mahasiswa menerima banyak ilmu pengetahuan, mereka dibekali dengan karakter yang bagus terlebih dahulu,” tambah Benny.

Ubaya telah merancang kurikulum pembelajaran dengan pendidikan karakter sejak mahasiswa berada di semester satu. Pendidikan karakter tersebut diimplementasikan pada mata kuliah yang wajib diikuti seluruh mahasiswa di Ubaya yaitu mata kuliah Pengembangan Kepribadian.

Disamping itu, pendidikan karakter juga melekat pada setiap mata kuliah lain yang telah dirancang dalam kurikulum pembelajaran maupun aktivitas kemahasiswaan. Melalui pendidikan karakter Ubaya ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya dikenal karena gelarnya saja. Tetapi juga memiliki karakter yang baik, berkemampuan holistik, berakal budi, inovatif, adaptif, beretika, dan memiliki social skill yang tinggi.

Selain itu, Ubaya juga berupaya mengembangkan teknologi pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses interaksi antara dosen dan mahasiswa agar tetap dapat berjalan dengan baik. Satu diantaranya adalah rencana penggunaan Virtual Reality (VR) dalam proses pembelajaran.

Seluruh civitas academica Ubaya selalu bekerja keras mengerjakan yang terbaik dalam meraih prestasi dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di tingkat lokal, nasional maupun global.

“Saat ini Ubaya mengikuti dua pemeringkatan kampus dari Kemendikbud Ristek yang rencana akan diumumkan pertengahan Agustus mendatang dan QS Asia University Rankings 2022 nanti. Kami berharap seleuruh civitas academica Ubaya dalam situasi apa pun, seberat apa pun, tidak boleh menyerah. Jadi saya menghimbau kepada seluruh civitas academica Ubaya jangan berdiam diri saja. Ayo kita tetap berkarya, berinovasi, bekerja aktif serta produktif sehingga menghasilkan karya-karya untuk membantu masyarakat khususnya di masa-masa pandemi,” pungkas Benny Lianto.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs