Kamis, 26 Mei 2022

Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Diminta Pertimbangkan Situasi Ini Sebelum Minta Dirawat di RSLI Surabaya

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Penanggung Jawab RSLI Surabaya. Foto: dok. suarasurabaya.net

Dari total 410 tempat tidur yang tersedia di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya yang sudah terisi dengan pasien Covid-19 dari berbagai wilayah sebanyak 367 bed pada Sabtu (26/6/2021). Artinya, keterisian tempat tidur di RSLI Surabaya saat ini sudah 89 persen. Tersisa 43 tempat tidur.

Padahal, di hari yang sama, sudah ada antrean sebanyak 98 orang calon pasien Covid-19 terdiri dari 56 pasein laki-laki dan 42 pasien perempuan. Tentu saja kapasitas tempat tidur yang tersisa tidak mencukupi menampung semua pasien yang antre, meskipun ada 24 bed lain untuk ruang observasi.

Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara Penanggung Jawab RSLI Kogabwilhan II yang menyatakan itu ketika mengudara di Radio Suara Surabaya Sabtu siang.

“Untuk ruang observasi sedang dan ringan tersisa 2 bed dari 24 kapasitas tempat tidur. Kami memang memilah pasien yang ringan dan sedang jangan sampai jatuh ke kondisi berat,” ujarnya. “Jadi, untuk sementara ini kami tidak menerima pasien OTG. Karena posisinya seperti itu.”

Nalendra berharap pasien Covid-19 yang merasa tanpa gejala tidak buru-buru mengajukan diri untuk menjalani perawatan di RSLI Kogabwilhan II Surabaya, mengingat situasi yang sedang terjadi akibat lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini.

Tidak hanya karena kapasitas atau daya tampung yang terus berkurang, RSLI juga bisa dikatakan kekurangan tenaga. Dari 25 dokter umum yang bertugas, lima di antaranya terpapar Covid-19. Tidak hanya itu, ada tiga dokter spesialis di RSLI yang juga terjangkit Covid-19.

“Satu shift biasanya lima orang (tenaga kesehatan), hari ini satu shift tiga orang. Jadi, memang cukup berat dengan jumlah pasien seperti sekarang. Tapi pelayanan harus tetap jalan,” kata Nalendra.

Dia bilang, RSLI Kogabwilhan II sudah meminta bantuan kepada Kementerian Kesehatan maupun kepada Mabes TNI agar segera dikirimkan relawan dokter untuk membantu penanganan di RSLI Surabaya.

“Mudah-mudahan minggu depan sudah datang. Sementara ini ya tiga nakes dalam setiap shift ini. Jadi kami mohon maaf, kalau biasanya setiap shift ada salah satu tenaga yang melayani di call center, mereka harus menjalankan pelayanan keliling untuk monitoring setiap pasien,” ujarnya.

Nalendra berpesan kepada masyarakat, penanganan Covid-19 ini tidak hanya bisa mengandalkan dokter. Dia berharap, masyarakat berperan aktif dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Kunci semua ini tidak hanya pada dokter. Tapi masyarakat, semua individu, bagaimana menjaga protokol kesehatan, menjaga imun tubuh, olahraga teratur, makan teratur, konsumsi vitamin dan multivitamin. Yang penting bisa menjaga tubuh anda untuk preventif menghadapi badai korona,” katanya

Dia mengingatkan, varian baru virus penyebab Covid-19 sudah masuk ke Jatim. Penularan akibat virus B 1617.2 Varian Delta ini cukup cepat. Karena itu setiap orang perlu waspada dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 26 Mei 2022
26o
Kurs