Minggu, 29 Mei 2022

Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Pascalibur Akhir Tahun

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Pengunjung kafe sedang berfoto bersama. Foto: Anton suarasurabaya.net

Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan, Indonesia harus belajar dari pengalaman, untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga wabah Virus Corona.

Sampai hari ini, Indonesia tercatat sudah mengalami dua kali gelombang kasus infeksi Covid-19 yang terjadi pada bulan Januari dan Juli 2021.

Sementara, sejumlah negara di berbagai belahan dunia sedang mengalami gelombang ketiga.

Maka dari itu, Wiku mengingatkan supaya seluruh elemen Bangsa Indonesia meningkatkan kewaspadaan, serta mempelajari pola kenaikan kasus di Tanah Air yang lebih lambat dari kenaikan kasus dunia.

Dari gelombang pertama ke gelombang kedua, menurut Wiku ada jeda tiga bulan. Sehingga, pemerintah sekarang menyiapkan langkah antisipasi karena dalam waktu tiga bulan ke depan ada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2022.

“Pada pola second wave di mana terdapat jeda tiga bulan, perlu kita antisipasi mengingat dalam tiga bulan ke depan ini kita akan memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru 2022,” ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Berdasarkan data, sambung Wiku, penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia adalah faktor internal, bukan karena naiknya kasus global atau impor dari negara lain.

Faktor internal yang dimaksud, antara lain meningkatnya mobilitas dalam negeri, dan aktivitas sosial masyarakat yang bersamaan pada periode lebaran Idulfitri, serta ketidakdisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

Profesor Wiku memaparkan, lonjakan pertama di Indonesia terjadi bulan Januari 2021, sesudah libur Natal dan Tahun Baru yang kebetulan bersamaan dengan gelombang pertama di dunia.

Lalu, gelombang kedua (second wave) dunia terjadi pada April 2021. Sementara di Indonesia pada periode itu ada di titik terendah kasus mingguan.

Sebaliknya, pada waktu kasus di Indonesia meningkat, kasus global menurun, lalu kemudian meningkat sampai terjadi gelombang ketiga.

Berdasarkan pola terjadinya gelombang kasus itu, Satgas Penanganan Covid-19 menyimpulkan lonjakan kasus di Indonesia pada Juli lalu, tidak berkontribusi signifikan terhadap kenaikan kasus dunia.

Untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga, Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat jangan lengah, tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan.(rid/dfn)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
27o
Kurs