Sabtu, 23 Oktober 2021

Pemerintah Pusat Kirim Bantuan Tenaga Kesehatan untuk Bangkalan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan (Menkes) saat mengunjungi Kabupaten Bangkalan, Selasa (8/6/2021). Foto: bangkalan.go.id

Kedatangan Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan (Menkes) membawa spirit baru bagi penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Selain memberikan bantuan alat ventilator, masker dan anggaran, Menkes juga akan mengirimkan tenaga medis untuk membantu penanganan Covid-19 di kota dzikir dan sholawat.

Menkes mengatakan, pihaknya sudah berkoodinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar bisa mengirim dokternya untuk membantu nakes menangani pasien Covid-19 di Bangkalan yang membludak.

“Kami juga sudah koordinasi dengan lembaga pendidikan kesehatan di Surabaya agar mengirim perawat ke Bangkalan dan mereka sudah menyanggupi,” ungkapnya Selasa (8/6/2021) kemarin saat berkunjung ke Kabupaten Bangkalan.

Kata dia jika nakes ini tidak dibackup oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dikhawatirkan nakes di Bangkalan akan kewalahan. Sementara ini, dia menuturkan, total nakes yang akan dikirim ke Bangkalan sebanyak 10 dokter.

“Kami belum hitung secara keseluruhan karena masih menunggu hitungan yang disini membutuhkan berapa. Tapi saya hitung lagi sekitar 10 dokter, tapi tadi yang terpenting juga nakes perawat untuk lima puskesmas kali empat. Jadi mungkin sekitar 25 nakes,” tukasnya dalam website Pemkab Bangkalan.

Terpisah, Sudiyo Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapatkan bantuan tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19 di Bangkalan.

Setidaknya ada sekitar 35 nakes yang akan diterjunkan ke Bangkalan, rinciannya 10 dokter dan 25 perawat. Rencananya bantuan nakes akan ditempatkan di 5 puskesmas. Bantuan nakes itu diberikan setelah 76 nakes di Bangkalan dinyatakan terinfeksi sehingga pelayanan di dua Puskesmas (Arosbaya dan Tongguh) ditutup.

“Kami upayakan hari ini atau besok sudah kami buka dan tenaga akan kami dropping dari pusat. Sebab kami telah minta bantuan dari pusat,” ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Sementara itu, dr Nunuk Kristiani Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan mengatakan, meski dapat bantuan, kekurangan nakes akibat tumbang terinfeksi Covid-19 ini masih tinggi, sehingga pihaknya membuka rekrutmen relawan.

Dia mengatakan, sejauh ini sudah ada beberapa relawan perawat yang mendaftar. Meski belum memenuhi kuota yang dibutuhkan, pihaknya akan tetap membuka rekruitmen relawan perawat Covid-19.

“Kemarin sudah ada 39 orang perawat yang masuk dan melayani pasien Covid-19,” jelasnya.

Untuk kebutuhannya, dr Nunuk menjelaskan, pihaknya membutuhkan sekitar 50 relawan. Kekurangan relawan ini sebab tidak semua perawat mau mengemban tugas menangani pasien Covid-19.

“Para perawat ini sudah kami beritahu kalau tugasnya melayani pasien Covid-19 dan harus tau konsekuensinya,” ucapnya.(iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Sabtu, 23 Oktober 2021
26o
Kurs