Senin, 6 Desember 2021

Pemkot Surabaya Menambah Kapasitas Bed di IGD Khusus Covid-19

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi ruang isolasi Covid-19.

Pemkot Surabaya mengantisipasi penumpukan pasien Covid-19 dengan menambah kapasitas bed di IGD khusus pasien Covid-19.

Whisnu Sakti Buana Plt Wali Kota Surabaya mengatakan, penambahan tempat tidur dilakukan di ruang IGD RSUD dr Soewandhie dari kapasitas 15 bed sekarang menjadi 48 bed.

“Kita sudah siapkan, untuk Covid-19 sendiri ruang antrian di IGD di RSUD dr Soewandhie sudah kita tambah 33 bed, tadinya dari 15 jadi 48 bed,” ujar Whisnu Sakti Buana di Balai Kota Surabaya, Rabu (27/1/2021).

Namun kata Whisnu, Pemkot Surabaya belum bisa menambah bed di ruang ICU meskipun tempat dan peralatan medis bisa disiapkan. Menurut Whisnu yang menjadi pertimbangan harus membutuhkan SDM tenaga medis.

“Kalau ICU kita tidak bisa serta merta menambah bed-nya. Walaupun tempatnya, alatnya ada, tapi kan butuh tenaga medisnya, jadi tidak bisa menambah,” ujarnya.

Whisnu berharap agar tidak ada penambahan pasien di RS. Dia berharap juga semua masyarakat Surabaya sehat. Apabila merasakan gejala diminta untuk segera memeriksakan diri agar segera tertangani, agar tidak menularkan ke keluarga.

Sekarang ini, Pemkot Surabaya tidak menyarankan untuk isolasi mandiri di rumah. Berkaca dari pengalaman isolasi mandiri, justru malah menularkan ke keluarga atau menjadi tingginya klaster keluarga.

“Untuk mengantisipasi itu, sudah tidak ada isolasi di rumah. Karena pengalaman isolasi mandiri justru menjadi klaster keluarga, kalau keluarganya keluar bisa menjadi klaster kampung. Makanya kalau ada yang positif OTG kita isolasi di Asrama Haji, supaya lebih terkontrol dan tidak ada klaster,” kata Whisnu.

Sekadar diketahui, dari catatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 sampai 25 Januari, belum ada penurunan signifikan terhadap kasus Covid-19 di Surabaya. Bahkan bed occupancy rate (BOR) terus naik. Tempat tidur atau bed di Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Surabaya masih di atas 70 persen.

Misalnya di ruang ICU dengan Ventilator masih 78,85 persen dan ruang ICU tanpa ventilator masih 72,73 persen. Pasien yang masuk ICU berdasarkan KTP Surabaya sebanyak 71 persen, sedangkan KTP non Surabaya 29 persen. (bid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
26o
Kurs