Kamis, 21 Oktober 2021

Kasus Melonjak, RSDL Indrapura Berencana Adakan Lima Bed HCU

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Pasien sembuh di RSDL Indrapura menuju gerbang pemulangan untuk kembali ke rumah. Foto: Anton Kusnanto suarasurabaya.net

Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Indrapura, Surabaya sudah menambah kapasitas tempat tidur, beberapa waktu lalu. Kali ini, RSDL berencana membuat lima tempat tidur high care unit (HCU).

Laksma TNI Dokter IDG Nalendra Penanggung Jawab RSDL Indrapura bilang, dari sebelumnya 350 tempat tidur RSDL sekarang punya 410 tempat tidur untuk pasien Covid-19 bergejala ringan-sedang.

Penambahan ini dilakukan seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Timur yang sangat signifikan. Pada malam pergantian tahun kemarin, Kamis (31/12/2020), jumlah kasus baru mencapai 935 orang.

Peningkatan kasus yang sangat mengkhawatirkan ini tidak menutup kemungkinan menjadikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jawa Timur kelebihan kapasitas (overload).

Hal itu akan berdampak buruk pada tingkat kematian pasien Covid-19 di Jawa Timur. Apalagi kalau sampai ketersediaan ruang Intensif Care Unit (ICU) terbatas pada saat terjadi lonjakan kasus.

Sebab itulah, Nalendra bilang, RSDL Indrapura berinisiatif untuk membuat ruangan HCU dengan kapasitas tempat tidur sebanyak lima unit. Tujuannya, agar pasien yang gejalanya memburuk tetap tertangani.

“Kami, rencananya, akan menyiapkan lima (HCU),” kata Nalendra ketika ditemui di kediamannya, Sabtu (2/1/2021). “Itu sifatnya untuk sementara saja. Untuk menangani pasien dengan gejala yang memburuk.”

Pada prosesnya, Nalendra mengakui, jumlah pasien dengan gejala sedang yang menunggu perawatan lebih lanjut di RS Rujukan Covid-19 memang meningkat. Sementara diperlukan waktu untuk merujuk.

“Akhirnya harus menunggu di tempat kami, kan? Makanya kami akan menyiapkan itu (HCU). Supaya pasien bergejala berat yang masuk ke tempat kami bisa tertangani sejak awal dengan lebih baik,” ujarnya.

Sejauh ini RSDL Indrapura sudah merujuk 73 pasien. Mereka adalah pasien yang sudah ditangani di RSDL tapi tidak menunjukkan perbaikan kondisi. Mereka lantas dirujuk ke RS Dr Soetomo atau RSAL Dr Ramelan.

“Alhamdulilah. Karena pasien sudah kami tangani sejak awal, pada saat di ICU bisa tertangani dan pulih dengan cepat. Kuncinya, monitoring. Di RSDL kami lakukan monitoring luar biasa,” katanya.

Keberadaan HCU di RSDL yang sedang dalam perencanaan, untuk tujuan itu. Sementara penanganan pasien Covid-19 dengan gejala berat sembari menunggu RS Rujukan yang siap menampung.

“Jadi tidak sampai jatuh pada kondisi yang fatal,” ujarnya.

Soal peningkatan kasus Covid-19 di Jatim yang signifikan sejak Oktober lalu, Nalendra bilang, RSDL Indrapura termasuk rumah sakit yang sempat mengalami overload. Terutama saat kapasitas tempat tidur belum ditambah.

Beberapa kali, kata dia, pasien yang dirawat di RSDL Indrapura Surabaya sempat menembus 300 orang. Paling tinggi, RSDL Indrapura penah merawat 318 pasien padahal kapasitasnya hanya 350 bed.

Penambahan tempat tidur untuk mencapai kapasitas maksimal ini, kata dia, akan terus dilakukan secara bertahap. Targetnya pada pertengahan 2021 ini, kapasitas RSDL Indrapura sudah mencapai 500 tempat tidur. (den/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Kamis, 21 Oktober 2021
31o
Kurs