Jumat, 26 Februari 2021

Pemkot Surabaya Targetkan Vaksinasi SDM Kesehatan Tuntas Akhir Januari

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
e-tiket penerima vaksinasi. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengupayakan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi SDM kesehatan. Targetnya, seluruh SDM kesehatan mulai dari nakes hingga karyawan Fasilitas Kesehatan yang telah memiliki elektronik tiket (e-tiket) dapat tuntas vaksinasinya akhir Januari 2021.

Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya memperkirakan vaksinasi terhadap semua sasaran dapat tuntas pada 29 Januari.

“Kita terus upayakan percepatan,” kata Febria Rachmanita, Selasa (26/1/2021).

Febria menjelaskan, setiap Faskes di Surabaya yang berjumlah 111 titik tersebut, akan menerima vaksin Sinovac yang disimpan di UPTD Gudang Farmasi milik Dinkes Surabaya. Mekanismenya, distribusi vaksin disesuaikan dengan data sasaran penerima. Apabila sudah memenuhi kriteria, maka vaksin akan langsung terdistribusikan ke masing-masing Faskes yang telah ditetapkan sebagai pos pelayanan vaksinasi Covid-19.

“Intinya yang sudah memenuhi syarat untuk disuntik langsung didistribusikan sesuai dengan kuotanya,” tegas dia.

Feny sapaan akrab Febria Rachmanita menyatakan, saat ini vaksinasi di Kota Pahlawan sudah tidak menggunakan SMS blast. Cukup dengan data e-tiket dari pemerintah pusat, maka penerima vaksin diatur jadwalnya oleh Dinkes Surabaya.

Dia menyebut mulai dari pendaftaran, pencatatan, pelaksanaan hingga pelaporan saat ini dikelola oleh sistem aplikasi Primary Care Vaksinasi (P-Care), yang datanya diperoleh dari aplikasi Satu Data Pemerintah Pusat (PUSDATIN/KPC-PEN). Dari sistem itu, pemerintah pusat akan memberikan data melalui elektronik tiket (e-tiket) kepada Dinkes Surabaya.

“Data e-tiket yang diterima Dinkes akan dicocokkan dan disinkronkan dengan data SISDMK yang kita miliki baru setelah itu, kita kembalikan ke RS atau Faskes untuk melakukan vaksinasi pada calon penerima vaksin,” jelas dia.

Verifikasi calon penerima vaksin kata Feny, dilakukan pada saat calon penerima vaksinasi datang ke Faskes. Pertama dia wajib menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk pengecekan ulang. Jika saat di-input nama dari calon penerima vaksinasi sudah ada di P-Care dan telah memiliki e-tiket, maka dia dinyatakan lolos skrining tahap satu.

“Bila saat diinput NIK-nya belum keluar identitas di P-Care maka yang bersangkutan belum mendapatkan e-tiket maka tidak bisa divaksinasi. Walaupun sudah terdaftar dalam sistem informasi tetapi belum mendapatkan e-tiketnya. Jadi kalau belum dapat e-tiket datanya tidak ada di P-Care,” ujarnya.

Berdasarkan data per Selasa (26/1/2021) jumlah SDM kesehatan baik nakes maupun non nakes seperti staf office, driver hingga petugas kebersihan di Faskes Surabaya yang telah menerima vaksinasi sebanyak 15,598 orang. Sementara itu, jumlah SDM kesehatan yang telah mendapat e-tiket mencapai yakni 25.273 orang.

“Dari jumlah total sasaran memang 31.840 orang, tapi yang telah mendapatkan e-tiket adalah 25.273. Nah angka itu yang kami maksimalkan selesai hingga akhir bulan ini,” katanya. (bid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Terguling dan Muatannya Tumpah

Surabaya
Jumat, 26 Februari 2021
30o
Kurs