Senin, 20 September 2021

Pemprov Jatim Berencana Menerapkan PPKM Mikro Rasa PSBB

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi PPKM Mikro. Grafis: suarasurabaya.net

Pemprov Jatim berencana akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro rasa Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sentra-sentra utama Covid-19, untuk menangani penyebaran Virus Penyebab Covid-19 Varian Delta.

Heru Tjahjono Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jatim menyatakan itu dalam keterangan tertulis untuk suarasurabaya.net, Minggu (20/6/2021) petang. Penerapan PPKM Mikro rasa PSBB itu, kata dia, terutama dilakukan di sentra-sentra utama di Bangkalan.

Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Tim Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim menjelaskan tentang pelaksanaan PPKM Skala Mikro rasa PSBB itu. Dia mengatakan, sentra utama tempat pemberlakuan kebijakan itu terutama ada di empat kecamatan.

“Jadi ada di Kecamatan Bangkalan (Bangkalan Kota), Arosbaya, Klampis, dan Geger. Empat kecamatan ini, kan, yang sudah teridentifikasi dari sana beragkatnya (menyebarnya virus varian delta dari India). Itu yang harus diintensifkan,” ujarnya kepada suarasurabaya.net.

Di empat lokasi itu testing, tracing, dan treatment (3T) terhadap pasien-pasien yang terdeteksi akan diperketat. Sementara penerapan PPKM skala mikro di setiap permukiman di empat kecamatan itu hingga tingkat RT juga diperkuat.

Pemprov Jatim menggandeng TNI dan Polri sudah memberikan pendampingan kepada Satgas Covid-19 dan tenaga kesehatan di Bangkalan dalam melakukan penanganan. Termasuk pendampingan soal penerapan PPKM Mikro di kampung-kampung.

“Karena sebenarnya tidak hanya di Bangkalan saja, penerapan delapan langkah PPKM Mikro yang sebenarnya sangat bagus itu sekarang ini kendor karena masyarakat lengah. Ya, karena sebelum ini PPKM Mikro berhasil menekan angka penularan. Ini yang membuat lengah,” ujarnya.

Selain itu rasa PSBB yang akan dihadirkan selama penerapan PPKM Mikro di empat kecamatan di Bangkalan itu, seperti kata Heru Plh Sekdaprov Jatim diperjelas oleh dr Joni Ketua Tim Kuratif Satgas Covid Jatim, yakin adanya pengawasan lebih intensif dari Pemprov dan TNI/Polri.

“Dinkes sudah mengirimkan timnya untuk mendampingi penerapan PPKM Mikro. TNI Polri juga sudah di sana memperkuat pengawasan dan bahkan menggantikan sejumlah tenaga kesehatan di beberapa Puskesmas. Karena, kan, ada beberapa nakes yang memang tertular,” kata Joni.

Penerapan PPKM Skala Mikro rasa PSBB di Bangkalan, seperti disebutkan Heru Tjahjono Plh Sekdaprov Jatim seiring dengan situasi penyebaran Covid-19 di Bangkalan yang semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim pada Sabtu (19/6/2021), terdapat penambahan 100 kasus dalam sehari dengan tambahan 11 orang meninggal. Secara kumulatif, kematian di Bangkalan jadi yang tertinggi di Madura, dengan total kematian sampai Minggu (20/6/2021) mencapai 285 orang.

Selain rencana menerapkan PPKM Mikro rasa PSBB, Pemprov Jatim juga sudah menyiapkan 900 bed (tempat tidur) tambahan untuk mengatasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus.

Sebanyak 500 bed ditambahkan di Rumah Sakit Lapangan di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya–Madura (BPWS). Sedangkan 400 bed lainnya ditempatkan di ruko-ruko di Bangkalan yang akan disewa sebagai tempat perawatan dan isolasi.(den/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Surabaya
Senin, 20 September 2021
33o
Kurs