Jumat, 3 Desember 2021

Pemulihan Sektor Pariwisata di Asean Saat New Normal Butuh Strategi Baru

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Wisatawan berjalan di sekitar deretan rumah tradisional di Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, Jumat (26/2/2021). Sebanyak 177 desa wisata yang tersebar di wilayah Bali diharapkan dapat membantu upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat Bali yang terdampak pandemi Covid-19. Foto: Antara/Fikri Yusuf.

Dalam rangka mendukung proses pemulihan sektor pariwisata dan hospitality negara-negara di Asean akibat pandemi Covid-19, Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Kristen Petra, Surabaya berkolaborasi dengan Griffith University Australia, menggelar International Workshop; Value Co-Creation Through Smart Recovery Post Covid-19, Kamis (25/11/2021).

“Sekitar 390 peserta bergabung dalam kegiatan ini, baik akademisi maupun pelaku bisnis pariwisata dan hospitality dari Indonesia, Australia, Vietnam, Thailand, Filipina dan lain-lain. Workshop membahas banyak hal mulai dari berbagi pengalaman mengenai strategi kolaboratif yang dapat dilakukan di antara pelaku bisnis pariwisata dan hospitality, strategi berinteraksi dengan pelanggan untuk mencapai win-win hingga value baru yang tercipta sebagai hasil dari co-creation di antara pemangku kepentingan dalam rangka pemulihan Pariwisata Paska Covid-19,” terang Dr. Sienny Thio, S.E., M.Bus., ketua program Hotel Management UK Petra dan PIC acara, Kamis (25/11/2021).

Kolaborasi workshop internasional ini mendatangkan enam pembicara, tiga pembicara asing dan tiga pembicara asal Indonesia, yang dibagi menjadi dua sesi.

“Saya berharap bapak ibu mendapatkan yang terbaik melalui workshop ini, waktu yang bermanfaat untuk diskusi, serta membangun kolaborasi dan juga bertemu teman baru. Saya berharap workshop hari ini dapat sangat bermanfaat bagi anda sekalian,” ujar Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., Rektor UK Petra.

Associate Prof. Sarah Gardiner, Deputy Director of the Griffith Institute for Tourism – Griffith University Australia yang membahas tentang Co-creating Value For Youth Visitors as Part of The New normal, dilanjutkan Associate Prof. Gaby Walters, University of Queensland-Australia yang memaparkan tentang Cruising in a Covid Era: What it Will Take to Get Passengers Back on Board. Pembicara ketiga yaitu Dr. Aaron Tham dari University of the Sunshine Coast-Australia yang membawakan materi tentang Smart Recovery and Development.

Masing-masing dari pembicara memaparkan cara dan pendekatan yang berbeda kepada pemangku kepentingan atau segmen yang berbeda untuk mengambil bagian dalam co-creation dan peningkatan nilai di sektor pariwisata dan perhotelan.

William Wongso, seorang pakar kuliner Indonesia yang menguasai seni masakan Eropa dan Asia, hadir sebagai pemateri selanjutnya, dilanjutkan I Gede Wiwin Suyasa, Direktur Batur Unesco Global GeoPark Bali. Dan Dr. Ricky, dari UK Petra Surabaya, sebagai pemateri penutup.

“Optimasi warisan kuliner Indonesia sebagai alat membangkitkan pariwisata pasca Covid-19 di antaranya adalah adanya nilai baru selama pandemi ini, perkuat warisan kuliner Indonesia mulai dari pendidikan kejuruan, serta membangun wisata kuliner Indonesia sebagai bagian dari pariwisata, ” papar William Wongso.(tok/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs