Selasa, 11 Mei 2021

Penanganan Banjir di Jember di Tengah Macetnya APBD

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Penanganan banjir di Jember, Minggu (17/1/2021). Foto: BPBD Jatim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengajukan permohonan bantuan penanganan banjir di Jember kepada Gubernur Jatim. Baik untuk pengadaan logistik dan biaya penanganan.

“Jember masih perlu bantuan. Kami sedang mengajukan permohonan ke Bu Gubernur. Karena logistik BPBD juga terbatas,” kata Satriyo Nurseno Kasi Kedaruratan BPBD Jatim, Selasa (19/1/2021).

BPBD Jatim mengerahkan personel untuk penanganan banjir di Jember untuk membantu BPBD setempat yang terkendala anggaran karena macetnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Apalagi, Senin (18/1/2021) sore kemarin, ketinggian air di permukiman warga di 12 desa yang ada di lima kecamatan kembali meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi yang kembali terjadi.

“Jember ini agak panjang tanggap daruratnya. Perlu penanganan lebih lanjut. Khususnya untuk dapur umum. Kami kerahkan personel ke sana karena di Jember APBD-nya los semua,” ujar Satriyo.

Perlu diketahui, APBD Jember 2021 memang bermasalah. Sebagaimana dilansir Antara, Peraturan Bupati Jember Nomor 1/2021 tentang APBD 2021 ditetapkan melalui mekanisme yang keliru.

Di antaranya, penetapan Perbup itu tidak disertai usulan BPKAD, tanpa paraf kasubbag, kabag, asisten 1, dan sekda. Juga tanpa autentifikasi bagian hukum sebagaimana perundangan yang benar.

Bahkan, Perbup tentang APBD Jember itu tidak mendapat persetujuan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Sehingga banyak kepala dinas di Jember yang ragu menjadikan Perbup itu sebagai acuan.

Akibatnya, pendapatan daerah senilai Rp3,78 triliun dan belanja daerah Rp4,54 triliun tidak bisa digunakan. Belasan ribu ASN dan honorer di Pemkab Jember pun belum menerima gaji.

Satriyo Nurseno Kasi Kedaruratan BPBD Jatim menyatakan, untuk sementara ini kebutuhan logistik untuk dapur umum di Jember selama tiga sampai empat hari ke depan masih bisa terpenuhi.

“Alhamdulillah hari ini sudah kami penuhi untuk stok tiga sampai empat hari ke depan. Jadi masih bisa masak lah, teman-teman di sana. Tapi suport untuk teman BPBD dan relawan di sana masih diperlukan,” katanya.

Sejumlah hal yang perlu dipenuhi untuk para tim penanganan dan relawan di Jember antara lain untuk membeli BBM, sewa alat berat seperti backhoe, juga kebutuhan pembersihan pascabanjir yang juga besar.

“Habis banjir kan pasti banyak lumpur. Pasti teman relawan dan petugas di sana akan mem-backup warga di wilayah terdampak,” ujarnya.

BPBD Jatim telah melakukan penanganan korban banjir yang terjadi sejak 14 januari kemarin itu. Tim BPBD Jatim telah mengevakuasi warga terdampak ke tempat pengungsian.

Sedangkan untuk menangani tanggul Sungai Gladak Putih dan Sungai Curahnongko, untuk sementara Tim BPBD telah menambalnya dengan kantung (glangsing) berisi pasir.

“Kemarin air meluap lagi karena banyak sampah kayu dan bambu di sungai yang menghambat aliran sungai. Akrhinya meluap lagi ke permukiman. Bambu dan tebangan kayu dan sampah itu nyangkut ke jembatan,” ujarnya.(den/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Selasa, 11 Mei 2021
28o
Kurs