Rabu, 20 Oktober 2021

Peristiwa Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Diperingati Secara Virtual

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
eri-cahyadi-turut-berpartisipasi-di-video-perobekan-bendera Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya turut berpartisipasi dalam Film Arek Suroboyo tentang Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya menggelar Surabaya Art and Culture Festival 2021 mulai hari ini, Minggu (19/9/2021) sampai Desember mendatang, secara virtual. Kegiatan ini akan dibuka dengan pemutaran Film Arek Suroboyo yang merepresentasikan perobekan bendera di Hotel Yamato, sebagai ganti upacara peringatan peristiwa itu.

Antiek Sugiharti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya mengatakan, Surabaya Art And Culture Festival 2021 bertujuan untuk mewadahi pekerja seni agar tetap berkarya dan berkreativitas di masa pandemi Covid-19.

Sejak Jumat (17/9/2021) kemarin Pemkot Surabaya melalui Disbudpar melakukan serangkaian pengambilan gambar dan video di Hotel Majapahit Surabaya untuk keperluan kegiatan ini.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya turut ambil bagian dalam pertunjukan ini. Dalam prosesnya, ada tim profesional sebagai penyelenggara yang akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Pertunjukan ini sebagai representasi peristiwa bersejarah di Kota Surabaya yang dikemas dalam bentuk film. Nantinya pertunjukan akan disiarkan pada 19 September 2021 pukul 19.00 WIB, dengan special appearance Bapak Wali Kota Eri Cahyadi,” kata Antiek dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net.

Antiek menjelaskan, selain memberdayakan pekerja seni, Surabaya Art and Culture Festival 2021 ini juga bertujuan untuk membangkitkan kembali produktivitas kesenian sebagai sarana hiburan dan pendidikan masyarakat. Sekaligus upaya untuk mempromosikan seni budaya dan destinasi wisata di Kota Surabaya.

“Surabaya Art And Culture Festival 2021 mengambil tema Suroboyo Wani. Tema itu dipilih karena frasa itu menggambarkan wujud keberanian Arek-arek Surabaya dalam menghadapi dan memerangi wabah Covid-19 untuk bangkit dan berkarya,” ujarnya.

Antiek juga mengungkapkan, Surabaya Art and Culture Festival 2021 berkonsep virtual. Karena itu, pertunjukannya dikemas dalam konten video cerita yang diupload di kanal media sosial.

Sedangkan runtutan konten, nantinya akan dipandu oleh host atau narator. Mulai dari proses kreatif, aturan protokol kesehatan, pengemasan pertunjukan, sampai proses pertunjukan.

“Video yang dikemas dalam beberapa template (film, podcast, naratif, vlog, behind the scene dan live streaming) itu bertujuan untuk menambah estetika dan membuat konten semakin menarik,” ujarnya.

Setidaknya, ada beberapa pertunjukan seni representasi peristiwa sejarah di Kota Pahlawan yang bisa disaksikan masyarakat secara virtual. Mulai dari peristiwa Perobekan Bendera di Hotel Yamato (Hotel Majapahit), Resolusi Jihad, Surabaya Merah Putih, dan Hari Pahlawan.

Di samping pertunjukan bertajuk representasi peristiwa sejarah, Antiek menyebut, pagelaran Surabaya Art And Culture Festival 2021 juga diisi dengan penampilan Kolaborasi Seni Tradisi. Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan kerjasama antar komunitas seni serta menjadi wadah dalam memperkaya kreativitas multi disiplin.

“Ada beberapa jenis pertunjukan seni yang disuguhkan dalam kolaborasi ini,” kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya ini.

Pertunjukan kolaborasi itu, di antaranya menyuguhkan dagelan “Guyon Seger” Cak Suro dihibur tampilan musik dari Keroncong. Lalu, pementasan kesenian ludruk yang diperankan seniman ludruk Surabaya, dengan menampilkan konsep cerita yang diangkat dari cerita rakyat Sawunggaling.

Ada pula, pertunjukan kolaborasi wayang pakeliran padat yang dikolaborasikan dengan wayang orang. Serta, pertunjukan Reog, Jaranan dan Barongsai yang mengemas kolaborasi seni tradisi Mataram dan Tionghoa.

Selain itu, juga ada pertunjukan ketoprak dan wayang potehi. Lalu, pertunjukan seni di Kampung Kreatif dan Rumah Kreatif. Bahkan, tak kalah menarik, juga ada pameran Seni Rupa dan Tari, kolaborasi Jazz dan Campursari serta banyolan Kartolo bersama Srimulat.

Masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian pagelaran Surabaya Art And Culture Festival 2021 mulai tanggal 19 September secara virtual di beberapa akun media sosial Pemkot Surabaya.

Beberapa akun medsos yang akan menyiarkan langsung pertunjukan ini adalah youtube Disbudpar Kota Surabaya, Sapawarga Kota Surabaya, juga Bangga Surabaya. Masyarakat juga bisa menyaksikan melalui akun Instagram @Surabayasparkling, @Surabaya dan @Sapawargasby.(den/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 20 Oktober 2021
29o
Kurs