Minggu, 3 Juli 2022

PJJ Lagi, Pemerintah dan Provider Wajib Dukung Siswa

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Kegiatan pembelajaran jarak jauh secara virtual di Rumah Museum HOS Tjkokroaminoto. Foto: totok/dok. suarasurabaya.net

Terkait bakal dilaksanakannnya kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik di sekolah, pemerintah pusatmaupun di tingkat provinsi dan kabupaten kota bersama provider, wajib memberikan dukungan atau support bagi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tersebut.

“Dalam bentuk kuota internet atau apa pun yang bisa menjadikan proses pembelajaran jarak jauh tersebut tidak sampai semakin merepotkan siswa. Sekarang saja keluhan soal pembelajaran daring sudah sangat banyak. Ini penting juga dibahas, saat pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” terang Isa Anshori Sekretaris Lembaga Pendidikan Anak (LPA) Jawa Timur, Jumat (8/1/2021).

Di lapangan, lanjut Isa persoalan yang muncul pada proses pembelajaran jarak jauh sebagai antisipasi pandemi Covid-19, memunculkan persoalan-persoalan baru. Mulai dari sarana internet yang naik turun, ketiadaan sinyal, hingga siswa tidak punya gadget menyeruak ke permukaan.

“Puncaknya, seperti data yang dihimpun LPA Jawa Timur selama tahun 2020, khususnya saat pandemi Covid-19 terjadi, adalah munculnya kasus kekerasan pada anak oleh orang tua. Ini kasus nyata yang juga jadi catatan LPA Jawa Timur di akhir tahun 2020. Maknanya, bahwa dibutuhkan pembenahan pada PJJ itu,” kata Isa.

Selain perubahan metode pembelajaran jarak jauh yang bukan sekedar memindahkan pembelajaran di sekolah ke rumah semata. Isa menengarai bahwa dukungan pemerintah bersama provider dalam kaitannya pada ketersediaan perangkat pendukung proses pembelajaran jarak jauh, tetap harus dihadirkan.

“Faktanya pandemi Covid-19 hingga hari ini belum rampung. Artinya, proses pembelajaran tatap muka tetap belum bisa direalisasikan. Pilihannya tetap pembelajaran daring atau jarak jauh. Maka support agar pembelajaran jarak jauh tidak malah merepotkan siswa dan orang tua, dibutuhkan tindak nyata pemerintah dan provider juga, ” tegas Isa.

Pada gilirannya Isa mengingatkan bahwa siswa atau peserta didik tetap harus diingatkan bahwa meskipun proses pembelajaran saat ini berubah, tidak lagi saling bertemu di ruang kelas bersama guru dan kawan-kawan sekolah. Tetapi sejatinya itu adalah juga bagian dari sekolah di era normal baru.(tok/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 3 Juli 2022
26o
Kurs