Jumat, 3 Desember 2021

Presiden Instruksikan Kepala Daerah Perhatikan Tiga Faktor Pemicu Kenaikan Kasus Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden memberikan arahan dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2021, Rabu (25/8/2021), di Istana Negara, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden berharap seluruh elemen pemerintah dan masyarakat tetap waspada walau situasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia makin membaik.

Presiden bilang, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio, positivity rate, dan laju reproduksi efektif harus terus berada di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam sesi pengarahan kepada kepala daerah seluruh Indonesia secara virtual, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/10/2021).

“Kita sekarang memang pada posisi yang baik, pada posisi (penyebaran Covid-19) yang rendah. Tetapi, perlu saya ingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipegang Jokowi, perkembangan kasus harian sudah menurun drastis dibandingkan puncak penularan, Juli 2021, yang sempat mencapai 56 ribu kasus positif per hari.

Bahkan, dalam empat hari terakhir, kasus harian relatif rendah. Tanggal 22 Oktober (760 kasus), 23 Oktober (802 kasus), 24 Oktober (623 kasus), dan 25 Oktober (460 kasus).

Tapi, kepala negara mengingatkan tren kasus positif di dunia pekan ini mengalami kenaikan. Di Eropa pekan ini naik 23 persen, dan di Amerika Selatan naik sekitar 13 persen.

“Kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian. Sekali lagi, terjadi tren kenaikan kasus dunia,” imbuhnya.

Menurut Jokowi, ada tiga faktor yang memicu tren kenaikan kasus. Pertama, relaksasi yang terlalu cepat, tanpa melalui tahapan-tahapan.

Kedua, menurunnya kedisiplinan masyarakat pada protokol kesehatan, misalnya kebijakan lepas masker di sejumlah negara. Dan, yang ketiga, pembelajaran tatap muka di sekolah.

Secara khusus, Presiden menginstruksikan kepala daerah dan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengawasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Manajemen pengawasan lapangan sangat diperlukan supaya kejadian-kejadian yang ada di negara lain tidak terjadi di Indonesia.

Selain itu, Jokowi Presiden juga mendorong percepatan vaksinasi untuk kelompok pelajar yang sudah bisa menerima suntikan vaksin Covid-19.

“Manajemen pengawasan lapangan sangat diperlukan sehingga kejadian-kejadian yang ada di negara lain tidak terjadi di sini. Saya berharap pembelajaran tatap muka terus didorong, tetapi juga percepatan vaksinasi terhadap murid-murid. Pendidikan yang tetap berkualitas harus kita hadirkan buat anak didik kita,” katanya.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
28o
Kurs