Minggu, 29 Mei 2022

Presiden: Pancasila Kekuatan yang Memandu Indonesia Menghadapi Tantangan Zaman

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden pada Jumat (1/10/2020), menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Foto: Biro Pers Setpres

“Hari Kesaktian Pancasila setiap tahun kita peringati untuk mengenang peristiwa kelam yang pernah terjadi di negeri ini, sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan,” ujar Joko Widodo (Jokowi) Presiden lewat Twitter,  Jumat (1/10/2021).

Jokowi mengatakan Indonesia sudah berhasil melewati berbagai tantangan zaman, salah satunya berkat Ideologi Pancasila yang menjadi pemandu arah bangsa.

“Ideologi Pancasila dengan segenap nilai yang dikandungnya memandu bangsa ini untuk menghadapi berbagai bentuk tantangan meskipun datang di zaman yang berbeda,” imbuhnya.

Jokowi pada Jumat (1/10/2020) pagi, menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Menurut Presiden, Hari Kesaktian Pancasila perlu diperingati setiap tahunnya.

Selain untuk mengenang peristiwa kelam yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu Gerakan 30 September 1965, Hari Kesaktian Pancasila juga menegaskan kalau Indonesia punya kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan.

Sementara itu, Puan Maharani Ketua DPR RI yang juga hadir di lokasi upacara menyampaikan ikrar untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Puan menegaskan, Pancasila adalah sumber kekuatan dalam memperjuangkan, menegakkan kebenaran serta keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Sejak menyatakan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia, lanjut Puan, berulang kali mengalami rongrongan dari dalam mau pun luar.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, rongrongan terjadi karena kelengahan dan kekurangwaspadaan elemen bangsa terhadap berbagai upaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi NKRI.(rid/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
27o
Kurs