Sabtu, 23 Oktober 2021

Program Inovasi Modul Digital 2021, Dua Prodi UK Petra Raih Hibah

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Satu diantara tim program studi UK Petra Surabaya yang menerima hibah. Foto: Humas UK Petra

Program Inovasi Modul Digital bertujuan mendorong setiap dosen berbagai perguruan tinggi di Indonesia menciptakan modul digital. Modul ini nantinya dapat digunakan setiap dosen dan mahasiswa memahami atau mempelajari materi perkuliahan di seluruh Indonesia.

Berbentuk animasi, modul versi digital ini akan membahas suatu materi perkuliahan dari suatu bidang keilmuan. Modul digital tersebut diharapkan bisa menjadi sarana belajar jarak jauh, yang tentu sesuai dengan program Kampus Merdeka dari Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia).

Dalam waktu enam bulan hingga akhir November 2021, para penerima hibah program IMD 2021 harus telah menyelesaikan modulnya yang telah diuji coba sebelumnya. Kemudian modul ini harus diungguh ke https://spada.kemdibud.go.id agar dapat diakses seluruh Indonesia.

Kedua program studi di UK Petra yang berhasil mendapatkan pendanaan ini adalah prodi Teknik Elektro dan prodi Ilmu Komunikasi. Tim dosen prodi Teknik Elektro beranggotakan Felix Pasila (ketua tim), Ir. Handry Khoswanto (anggota) dan Ir. Julius Sentosa Setiadji (anggota). Sedangkan prodi Ilmu Komunikasi dikerjakan oleh Astri Yogatama dan timnya.

Felix dan tim berhasil meraih pendanaan tertinggi dari Kemenristekdikti sebesar 50 juta rupiah. Judul proposalnya yaitu: Pengembangan Modul Simulasi Internet of Thing (IoT) Pada Building Automation System Berbasis Virtual Reality. “Puji syukur tim kami mendapatkan pendanaan ini. Kami bisa mengembangkan modul digital mengenai Internet of Thing yang tak hanya dimanfaatkan oleh para mahasiswa Teknik Elektro UK Petra saja akan tetapi juga seluruh mahasiswa di Indonesia,” terang Felix, Jumat (11/6/2021).

Obyek penelitian ini menggunakan obyek kampus gedung Q UK Petra, yang memang merupakan Green Campus dan sudah menjalankan sistem Building Automation System (BAS). Produk inovasi tim prodi Teknik Elektro menambahkan modul simulasi IoT dengan teknologi 360/AR/VR. “Jadi seolah-olah yang mengakses modul ini bisa merasakan secara langsung pembelajaran itu. Seperti sedang praktikum padahal berada di rumah,” tambah Handry.

Modul ini nantinya akan berisi empat modul yaitu modul pertama dengan durasi 10 menit berisi pengantar mengenai IoT, penggunaan sensor dan actuator (penggerak) serta controller yang digunakan. Modul kedua durasi 10 menit berisi pengantar teknologi Building Automation System (BAS). Modul ketiga selama 30 menit berisi simulasi sistem kendali perangakat BAS di gedung Q UK Petra. Terakhir modul keempat selama 60 menit berisi penilaian yang dapat dilakukan sendiri.

Lain halnya dengan tim prodi Ilmu Komunikasi (IKOM) dengan proposalnya yang bertajuk: Analisis Sentimen Publik untuk Matakuliah Manajemen Komunikasi Strategis dengan Menggunakan Machine Learning. Astri Yogatama dan tim awalnya mempunyai ide ini berangkat dari kesulitan saat mengajar melalui daring di saat pandemi ini.

“Ketika saya atau mahasiswa butuh praktikum simulasi sentimen yang lebih interaktif, adanya aplikasi sentimen yang awalnya gratis lalu bayar dan itu sangat mahal. Jadi saya berharap dengan adanya hibah ini saya bisa memproduksi video tutorial dan simulasi sentimen yang dilengkapi aplikasi digital. Lalu mahasiswa bisa eksplorasi tanpa biaya tinggi sebab sifat modul ini adalah open source,” papar Astri Yogatama dosen Ilmu Komunikasi UK Petra sekaligus Kepala Laboratorium Public Relations Ilmu Komunikasi UK Petra ini.

Astri sapaan Astri Yogatama membuat modul ajar digital yang lebih atraktif jika dibandingkan dengan modul ajar cetak. Akan terdapat karakter new media di dalamnya seperti digital interactivity, hypertextual, virtual, networked dan simulated. “Jadi akan tercapai salah satu tujuan kemerdekaan belajar yang dicanangkan pemerintah. Proses pembelajaran pun dapat dialami oleh masyarakat luas meski di situasi pandemi dengan sangat atraktif dan murah,” tambah Astri.

Tim prodi IKOM yang meraih hibah 49 juta rupiah ini menciptakan modul digital yang terdiri dari beberapa konten mulai dari analisa konteks Big Data, pengolahan informasi tekstual dengan teknik penggalian data serta teknik analisa sentiment dengan machine learning. Inovasi jelas tampak dalam modul ini antara lain interaktif, virtual, ramah, bilingual, praktis, kontekstual dan berkelanjutan. “Nantinya modul ajar digital ini akan berupa slide presentasi interaktif (berbasis SCORM – Sharable Content Object Reference Model), video tutorial hingga praktikum virtual (web-based),” pungkas Astri.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan bahwa dua program studi di UK Petra tersebut, berhasil mendapatkan Bantuan Dana Pengembangan Inovasi Modul Digital (IMD) 2021. Proposal UK Petra ini menjadi bagian dari 250 proposal yang ada di Kemenristekdikti.(tok/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Sabtu, 23 Oktober 2021
26o
Kurs