Minggu, 29 Mei 2022

Puncak IDC AMSI 2021: Peluang Ekonomi Digital Indonesia Masih Terbuka Lebar

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Puncak Indonesia Digital Conference (IDC) yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Rabu (24/11/2021). Foto: Istimewa

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mewakili Joko Widodo Presiden membuka acara Puncak Indonesia Digital Conference (IDC) yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Airlangga mengapresiasi acara ini. Menurutnya teknologi digital sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari dan terus tumbuh.

Airlangga menyebut nilai ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara tahun 2020. Tahun ini jumlahnya diprediksi naik 49 persen dari USD 47 miliar menjadi USD 70 miliar.

“Peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar,” kata Airlangga, Rabu (24/11/2021).

Pertumbuhan ini didukung oleh jumlah usia produktif di Indonesia dan penetrasi internet yang mencapai 202,6 juta atau 76,8 persen. Pandemi Covid-19 juga telah mendorong akselerasi adaptasi teknologi digital pada berbagai lini.

Machroni Kusuma Ketua Panitia Pelaksana IDC 2021, mengatakan Indonesia Digital Conference tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Kegiatan akbar IDC AMSI tahun ini diawali dengan Road to IDC 2021 mulai 15 hingga 18 November lalu di delapan provinsi (Sumsel, Kaltim, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Sulsel dan Sulut), dan puncaknya IDC 2021 dilaksanakan 24-25 November.

“Di Puncak IDC 2021, para pemimpin pengambil keputusan, praktisi dan profesional mengutarakan insight atau pandangannya bagaimana Lompatan Digital: Akselerasi dan Inovasinya di 2022,” kata Roni yang juga Founder Beritaindonesia.link.

Wenseslaus Manggut Ketua Umum AMSI mengatakan teknologi digital tumbuh dengan cepat di Indonesia. Hal yang perlu didorong adalah kolaborasi dari semua pihak untuk memaksimalkan semua potensi baik di pusat maupun di daerah.

“IDC 2021 ini bertujuan merekam seberapa cepat kita berlari dan bagaimana peluang kita untuk berkolaborasi. Meringkas sesuatu menjadi begitu efektif, powerfull dan efisien,” kata Wens.

Sesi I IDC 2021 mengangkat tema Proyeksi dan Strategi Akselerasi Bank Digital 2022. Hadir sebagai keynote speaker Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Imansyah, lalu Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan, Suminto.

Pembicara lain adalahTimothy Utama Direktur Informasi & Teknologi Bank Mandiri, Y.B. Hariantono Direktur IT dan Operasi PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., dan Kaspar Situmorang Direktur Utama Bank Raya.

Sesi II IDC AMSI mengangkat tema Tantangan E-Commerce dan Logistik 2022. Jerry Sambuaga Wakil Menteri Perdagangan hadir sebagai keynote speaker. Wamendag menilai IDC AMSI 2021 bisa memberikan masukan positif kepada pemerintah dalam pengembangan ekonomi digital. Menurutnya ada empat syarat ekonomi digital bisa berkembang.

“Pertama adalah SDM, lalu infrastruktur yang merata, dan iklim usaha yang mendukung startup. Selain itu perlu regulasi yang dinamis dan adaptif,” kata Wamendag.

Pembicara lain di Sesi II adalah CEO of Marketplace Tokopedia Anthony Wijaya, Ketua umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga, dan Ketua ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder) Yukki Nugrahawan Hanafi. Hadir pula Susilo, VP Strategi dan Pengembangan MRP PT PLN (Pesero).

Puncak IDC AMSI 2021 akan dilanjutkan Kamis (25/11/2021) dengan menghadirkan Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan (Menkes) dan Johnny Gerard Plate Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Hadir pula sejumlah tokoh dan pengusaha lainnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak seperti Google, PT BNI (Persero) Tbk, Astra, Bank Raya, PT PLN (Persero), Pertamina, bank bjb, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya Palembang, Bankaltimtara dan MS Glow.(tin/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
27o
Kurs