Rabu, 8 Desember 2021

PW dan PCNU se-Sumsel Dukung Gus Yahya Maju Menjadi Ketum PBNU

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Gus Yahya saat melakukan pertemuan dengan Nadiem Makarim pada (6/8/2020) Foto: Istimewa

Pengurus Wilayah dan Cabang Nahdlatul Ulama se-Sumatra Selatan beri dukungan kepada KH Yahya Colil Staquf untuk jadi Ketua Umum PBNU di Muktamar NU yang digelar pada 23-25 Desember 2021. Ini disampaikan dalam silaturahmi PWNU dan PCNU se-Sumatra Selatan yang digelar secara hibrid pada Kamis (7/10/2021).

“Seluruh PCNU se-Sumsel mendoakan Gus Yahya mudah-mudahan saat Muktamar NU menjadi Ketum PBNU,” kata KH Amiruddin Nahrawi Ketua PWNU Sumsel seperti dilansir Antara.

Tak hanya dukung Gus Yahya, PWNU dan PCNU se-Sumatra Selatan juga mendoakan dan mendukung KH Miftachul Ahyar kembali menjadi Rois Aam PBNU.

Sementara itu, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Ketua PBNU yang juga turut hadir dalam silaturahmi secara daring mengajak seluruh pengurus PWNU dan PCNU Sumatera Selatan tidak sekadar mendukung, namun juga berjuang bagi Gus Yahya.

“Tadi Cak Amir (KH Amiruddin) mendoakan Gus Yahya. Mendoakan berarti berjuang agar PBNU bisa lebih baik lagi. Kita ingin lebih baik lagi,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga menyatakan bahwa memperjuangkan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU adalah suatu keharusan karena Gus Yahya merupakan salah satu kader muda NU yang sudah disiapkan sejak awal oleh KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

“Gus Yahya adalah salah satu yang disiapkan oleh Gus Dur, dan kita berharap NU lebih baik lagi,” ujar Gus Ipul.

Gus Yahya yang juga menghadiri silaturahmi secara daring ini juga mengajak semua kekuatan di NU bergabung untuk membawa dan merumuskan perubahan di NU.

“Saya ingin mengajak bergabung dengan kami, bergabung dengan berbagai wilayah di Indonesia untuk bersama-sama mendorong pembaharuan peradaban yang dipimpin NU,” kata Gus Yahya.

Mantan juru bicara Gus Dur saat menjadi Presiden itu mengatakan bahwa NU akan menuju usia 100 tahun. Artinya NU akan menuju ke abad kedua yang memerlukan gerakan yang lebih nyata.

“Tidak ada satu pihalk pun di dunia ini yang tidak ingin bekerja sama dengan NU. Bukan hanya pemerintah, politisi, pengusaha semua ingin bekerja sama karena tahu NU merupakan kekuatan yang besar,” katanya.

Di akhir sambutannya Gus Yahya menyampaikan kutipan pendiri NU KH Hasyim Asyari.

“Barang siapa mau merawat NU maka dia akan aku anggap sebagai santriku. Barang siapa menjadi santriku aku akan mendoakan semoga dikaruniai husnul khotimah,” kata Gus Yahya yang juga Katib Aam PBNU mengutip KH Hasyim Asyari.(ant/wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
24o
Kurs