Rabu, 20 Oktober 2021

Radio Punya Banyak Keunggulan Dibanding Aplikasi Layanan Musik Digital

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Agus Soetama Ketua Bidang Pengembangan Teknik Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Pusat dalam Live Talkshow "discuss" di Facebook e100 pada Hari Radio Dunia, Sabtu (13/2/2021). Foto: e100

Agus Soetama Ketua Bidang Pengembangan Teknik Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Pusat mengatakan, radio memiliki banyak keunggulan dibanding aplikasi layanan musik digital sejenis Spotify dan Joox.

“Banyak yang tidak bisa dilakukan mereka karena mereka tidak punya terestrial, pemancar. Radio mudah diakses dan tidak memerlukan kuota. Sedangkan tidak semua daerah di Indonesia terjangkau internet. Contohnya saat pembelajaran jarak jauh, banyak anak didik harus naik ke atas gunung mencari sinyal internet,” kata Agus dalam Live Talkshow “discuss” di Facebook e100 pada Hari Radio Dunia, Sabtu (13/2/2021).

Menurutnya, radio bisa membuat aplikasi, tapi aplikasi tidak bisa membuat radio. Aplikasi kalau mau jadi seperti radio perlu biaya besar sedangkan radio sudah punya itu.

“Podcast, audio on demand, re-run bisa kita buat aplikasinya. Mereka tidak bisa membuat informasi terkini, laporan lalu lintas, lubang jalan. Tidak bisa seperti kita yang bisa live dan respon cepat,” kata dia.

Selain itu, radio dengan citizen jounalism lebih efektif karena bisa langsung direspon masyarakat. Tidak harus punya reporter yang banyak, kita bisa mendidik publik. Berita real time tidak menunggu waktu. Broadcast menjadi agregator, di-manage, jadi hub. Agus mencontohkan radio terestrial di Singapura yang kuat dan mengalahkan aplikasi karena kawin dengan internet.

Keunggulan lainnya, radio punya tempat fisik sehingga bisa menjadi hub, tempat bertemunya banyak pihak dan peluang. Misalnya sebagai marketplace dan tempat wisata. “Radio punya sarana promosi, tempat, dan kedekatan dengan UKM,” ujarnya.

Melihat berbagai peluang ini, PRSSNI berencana akan membuat satu aplikasi yang menghubungkan 600-an radio anggotanya di seluruh Indonesia. Agus meyakini dengan kebersamaan dan hadirnya aplikasi ini, radio bisa lebih powerful.

“Sebelum kawin dengan aplikasi-aplikasi itu, kita harus bikin sendiri. Radio itu powerful tapi orang radio belum menyadari. Radio harus segera transformasi. Kawin dengan internet, saling melengkapi, komplimen,” kata Agus.(iss/lim)

 

 

 

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 20 Oktober 2021
27o
Kurs