Kamis, 11 Agustus 2022

Roadshow dengan TV Kampus, Dirjen Dikti Sosialisasikan MBKM

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Prof Ir Nizam MSc DIC PhD IPU ASEAN Eng., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) buka sosialisasi daring. Foto: humas ITS

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) hadirkan Roadshow TV Kampus menggandeng sejumlah TV kampus di Indonesia.

Satu di antaranya dengan ITS TV untuk episode 01. Kegiatan ini bagian dari sosialisasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia.

Memilih tema Kolaborasi Kampus Merdeka untuk Menciptakan Kualitas SDM Indonesia yang unggul, roadshow ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting atau Webinar yang disediakan oleh TV kampus dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube TV Kampus.

Gelaran roadshow kali ini dibuka langsung Prof Ir Nizam MSc DIC PhD IPU ASEAN Eng., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), juga oleh Prof Ir Mochamad Ashari MEng PhD., Rektor ITS dan jajaran pimpinan ITS lainnya sebagai dukungan terhadap program dari Kemendikbud Ristek ini.

Menghadirkan pula sejumlah narasumber, antara lain Dr Wagiran MPd selaku Ketua Sub Pokja Kampus Mengajar, Drs Andi Ilham Makhmud Dip Sc MM Apt selaku Ketua Sub Pokja Pertukaran Mahasiswa Merdeka, dan Nurhadi Irbath ST CEC LCC selaku Ketua Sub Pokja Magang dan Studi Independen Bersertifikat.

Dalam sambutannya Nizam menyampaikan bahwa Kampus Merdeka adalah konsep yang sudah lahir sejak 100 tahun lalu. Pada saat itu, menurut tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan insan merdeka yang berbudaya.

“Insan merdeka menurut Ki Hajar Dewantara adalah mandiri, berdikari, tidak bergantung pada orang lain, dan mampu merancang dan menentukan masa depannya sendiri,” terang Nizam, Sabtu (10/7/2021).

Pada era industri 4.0, menurut Nizam, perlu adanya model pembelajaran yang lebih sesuai dengan era tersebut sehingga mampu memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan.

Model pembelajaran itu haruslah mampu memberikan ruang, fleksibilitas yang luas bagi mahasiswa untuk menyiapkan dirinya memasuki dunia kerja.

“Oleh karena itu, program MBKM dibentuk untuk mewujudkan hal-hal tersebut,” kata Nizam.

MBKM ini mempunyai sembilan program besar di antaranya adalah Pertukaran Mahasiswa, Magang, Kampus Mengajar, Proyek Kemanusiaan, Studi Independen, Riset dan Penelitian, Wirausaha, Membangun Desa, dan Bela Negara.

“Program-program tersebut mendapat respon yang sangat positif mulai dari perusahaan nasional, multinasional, kementerian, United Nation, dan kampus-kampus mitra,” kata Nizam.

Prof Ir Mochamad Ashari MEng PhD., Rektor ITS yang kerap disapa Ashari tersebut menyampaikan jika dengan program MBKM ini, mahasiswa menjadi lebih punya empati, kreativitas, skill dan pengalaman.

Di ITS, saat ini sudah ada 8.300 mahasiswa yang sudah berpartisipasi dalam program MBKM ini.

“Selain itu, ITS juga berhasil terpilih menjadi salah satu penerima dana bantuan sebesar Rp 37,8 miliar dalam program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021,” kata Ashari.

Sementara itu, Dr Wagiran MPd selaku Ketua Sub Pokja Kampus Mengajar, menjelaskan lebih lanjut mengenai program Kampus Mengajar.

Kampus mengajar ini bertujuan memfasilitasi para mahasiswa untuk berkontribusi sebagai agen perubahan dalam bidang pendidikan di Tanah Air.

“Kampus mengajar akan memberikan pengalaman secara langsung untuk mengajarkan literasi, numerasi, dan adaptasi teknologi kepada murid-murid SD dan SMP,” papar Wagiran.

Sedangkan untuk program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Andi Ilham Makhmud menuturkan bahwa program pertukaran mahasiswa ini akan memberikan kesempatan kuliah di universitas lain dalam negeri selama satu semester dengan sistem alih kredit maksimal sebanyak 20 SKS.

“Tujuan dari program ini yaitu mencetak penerus bangsa yang mampu memahami keberagaman Indonesia sehingga ketika menjadi pemimpin bangsa, para mahasiswa akan bijak dalam mengambil berbagai keputusan,” ujar Andi ilham Makhmud.

Ditambahkan Nurhadi Irbath bahwa program Magang dan Studi Independen Bersertifikat, bertujuan memberikan pengalaman yang nyata dalam dunia profesional sehingga mahasiswa bisa lebih siap terjun di dunia kerja.

Magang adalah sebuah program magang yang dipercepat dan diakselerasikan dengan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik.

“Adapun Studi Independen Bersertifikat adalah sebuah pembelajaran di kelas yang dirancang dan dibuat khusus berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh mitra atau industri,” ujar Nurhadi.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
27o
Kurs