Rabu, 21 April 2021

Satgas Covid-19 Jatim: Antibodi Baru Terbentuk Setelah 14 Hari Penyuntikan Vaksin Dosis Kedua

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Sebanyak 4.257 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Surabaya yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19, hari ini Minggu (31/1/3021) mendapat vaksinasi secara massal di Graha YKP Rungkut. Foto: Anton suarasurabaya.net

Dokter Makhyan Jibril Al-Farabi Staf Khusus Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim membenarkan, ada sejumlah sasaran vaksinasi Covid-19 yang tetap terpapar penyakit pandemik itu.

Salah satunya adalah Marhaen Djumadi Wakil Bupati Nganjuk yang sudah mengikuti dua kali vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua. Menurut Jibril, ada beberapa faktor yang mempengaruhi.

“Memang, yang sudah divaksin pun masih bisa terpapar Covid-19. Pertama, karena antibodi itu baru muncul 14 hari setelah vaksin dosis kedua,” ujarnya kepada suarasurabaya.net, Senin (22/2/2021).

Jibril memastikan, sudah ada sejumlah hasil penelitian berkaitan dengan waktu pembentukan antibodi atau kekebalan tubuh terhadap virus SARS CoV-2 setelah mendapat vaksin Sinovac.

“Jadi, bukan berarti setelah dapat vaksinasi itu kemudian orang itu langsung kebal terhadap Covid-19. Vaksinasi itu sebenarnya melatih kekebalan tubuh terhadap virus,” katanya.

Artinya, orang yang sudah mendapatkan dua dosis vaksinasi Covid-19 pun tidak bisa semena-mena melepas masker atau tidak lagi menghiraukan protokol kesehatan termasuk menjaga jarak.

Marhaen Djumadi Wabup Nganjuk dalam salah satu channel YouTube mengakui itu. Di tengah aktivitasnya yang padat meninjau bencana, dia lengah menjaga protokol kesehatan.

“Bisa dipastikan orang-orang yang terjangkit Covid-19 itu belum ada 14 hari setelah vaksinasi dosis kedua. Karena vaksinasi dosis kedua di Jatim sebagian baru saja selesai, belum semua dapat,” ujarnya.

Selain karena waktu pembentukan antibodi untuk melawan virus dalam tubuh, Jibril menyebutkan, efikasi (kemampuan mencapai hasil) vaksin Sinovac buatan China itu hanya 65 persen.

“Artinya, kalau ada paparan virus itu 100 persen. 65 persen itu tidak kena, tapi 35 persen lainnya masih ada kemungkinan terpapar. Tapi kalau sudah divaksin terus kena, kemungkinan besar gejalanya akan ringan atau tanpa gejala,” ujarnya.

Jibril pun kembali mengingatkan protokol kesehatan baik memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan lainnya harus tetap dilakukan meski masyarakat sudah menjalani vaksinasi.

“Mungkin banyak yang belum memahami itu. Makanya, protokol kesehatan ini harus tetap dialakukan meski sudah menjalani vaksinasi,” ujarnya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Rabu, 21 April 2021
31o
Kurs