Senin, 18 Oktober 2021

Satgas: Semakin Banyak Kasus Covid-19 Usia Muda dengan Gejala Berat

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Penyekatan dan swab antigen di Jembatan Suramadu. Foto: Anton suarasurabaya.net

dr. Joni Wahyuhadi Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur mengatakan kondisi saat ini seperti kembali ke awal pandemi. Angka kasus Covid-19 terus naik. Pada Jumat (25/6/2021) kenaikan kasus di Jawa Timur sampai 975 kasus, padahal sebelumnya hanya sekitar 100 kasus.

“Strain (virus corona) yang baru ini perlu mendapat perhatian lebih karena kasus usia muda di bawah 40 tahun mulai banyak yang terpapar. Bahkan ada pasien yang masih berusia 26 sampai 30 tahun terpapar dalam kondisi berat,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (26/6/2021).

Oleh karena itu, dokter Joni meminta semua orang harus menegakkan protokol kesehatan (prokes), mulai yang muda sampai yang tua. Pengingat untuk disiplin prokes juga harus terus digaungkan sampai pandemi selesai.

“Kita belajar dari banyak negara, kasus kita ini sebenarnya mirip di India dan sudah jelas ditemukan strain yang sama. Masyarakat di India benar-benar prokes dan yang daerah kasusnya tinggi betul-betul di lockdown. Daerah yang kasusnya sedang dilakukan pengetatan atau kalau di kita PPKM Mikro. Kalau kasusnya sedikit dengan prokes. Vaksinasi di India juga lebih masif karena bisa memproduksi vaksin sendiri,” kata dia.

Selain itu, contact tracing juga sangat penting. Karena itu Gubernur Jawa Timur memerintahkan Satgas Penanganan Covid-19 untuk membuat ruang-ruang isolasi baru. “Kemarin di asrama haji diresmikan 160 bed agar tracing bisa ditingkatkan. Segera kita lakukan isolasi supaya tidak menular ke mana-mana,” kata dr. Joni.(iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Senin, 18 Oktober 2021
29o
Kurs