Jumat, 3 Desember 2021

Sejarah dan Makna Logo Hari Santri 2021

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Logo Hari Santri 2021. Foto: Kemenag.go.id

Peringatan Hari Santri yang sudah ditetapkan oleh Joko Widodo Presiden RI melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Resolusi Jihad.

Pada saat itu KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) memprakarsai gerakan resolusi jihad pada 22 Oktober 1945.

KH Hasyim Asy’ari menuliskan teks Resolusi Jihad sebagai landasan dari para santri di seluruh negeri untuk angkat senjata mempertahankan Indonesia.

Dampak Resolusi Jihad ini adalah meletusnya pertempuran melawan Inggris di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Pertempuran yang berjalan selama tiga minggu dari 17 Oktober hingga 20 November 1945, berhasil mempertahankan Kota Surabaya dari serangan Inggris.

Tidak hanya di Surabaya saja, di berbagai tempat para santri juga turut berjuang mempertahankan bekas-bekas wilayah penjajahan.

Resolusi jihad ini sebagai bentuk perlawanan santri dari kolonialisme Belanda dan Sekutu yang datang kembali lewat Agresi Militer I, padahal Indonesia telah mengumumkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Seruan Jihad ini lah yang menjadi salah satu keberhasilan Indonesia mempertahankan kedaulatan kemerdekaan sepenuhnya hingga dijadikan momentum Hari Santri oleh Joko Widodo.

Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama telah merilis tema dan logo Hari Santri 2021 pada Selasa 21 September 2021, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jakarta.

Tema yang diusung dalam Hari Santri 2021 ini adalah ‘Santri Siaga Jiwa dan Raga’. Pria yang akrab disapa Gus Yaqut mengatakan makna dari logo tersebut sebagai bentuk pernyataan sikap para santri kepada Indonesia.

“Siaga Jiwa Raga adalah komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempat santri selama di pesantren,” ujar Yaqut dikutip dari laman Kemenag.

Sementara, logo Hari Santri 2021 kali ini memiliki desain warna-warni yang memberikan kesan lebih fresh.

“Dan kalau kita perhatikan tiap bagian logo ini, menggambarkan berbagai aktivitas yang seringkali dilakukan kaum santri, dan filosofinya sangat dalam juga,” ungkap Menag.

Pertama, logo menggambarkan posisi salat. Ini menggambarkan para kaum santri senantiasa berserah diri kepada Tuhan sebagai puncak dari kekuatan jiwa dan raga.

Kedua, adalah gambar posisi sujud. Sujud sebagai ikhtiar dan ketulusan agar pandemi cepat berlalu.

Ketiga, lambang yang menunjukkan dua orang saling menangkupkan tangan. Ini menunjukkan kebersamaan yang memiliki makna bahwa santri selalu berkolaborasi, bersama dalam suka maupun duka.

Keempat, lambang yang menunjukkan simbol semangat. Ini adalah keyakinan kaum santri bahwa dengan semangat dan kerja keras, segala sesuatu akan tercapai.

Yang Terakhir, menunjukkan simbol seseorang yang berbagi. Ini menunjukkan jika para santri berbagi untuk sesama, dan untuk Indonesia.

Gus Yaqut menambahkan, bahwa warna-warni pada logo Hari Santri 2021 merupakan gambaran dari luapan semangat dan kolaborasi santri untuk mengabdi kepada negeri dan Ilahi Robbi.(wld/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs