Sabtu, 4 Februari 2023

Siap-Siap Belajar Tatap Muka, Pemprov Jatim Minta Sekolah Siapkan Satgas

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menerima perwakilan PGRI dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB se-Jatim di Grahadi Surabaya, Minggu (16/5/2021). Foto: Humas Pemprov Jatim

Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tanggal 30 Maret 2021, kegiatan pembelajaran tatap muka akan dimulai tahun ajaran baru 2021/2022 sekitar awal Juli 2021.

Sesuai SKB itu, pembelajaran tatap muka terbatas bisa dimulai Juli mendatang untuk jenjang PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga perguruan tinggi, setelah semua tenaga pendidikan disuntik vaksin.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim berharap, semuanya sudah siap. Mulai dari vaksinasi tenaga pengajar di semua jenjang, penerapan protokol kesehatan, dan persentase siswa yang boleh hadir.

Dia pun meminta penyelenggara SMA, SMK dan SLB se-Jatim wajib membentuk Tim Satgas Covid-19 yang terdiri dari guru maupun murid yang tergabung dalam OSIS di sekolah masing-masing.

“Satgas Covid-19 sekolah harus dipastikan clear. Tanpa satgas, guru akan kesulitan untuk menertibkan protokol kesehatan. Kalau anggota satgasnya teman sebaya akan lebih mudah mengingatkan,” ujarnya.

Khofifah menyatakan itu saat menerima perwakilan PGRI dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB se-Jatim di Grahadi Surabaya, sesuai keterangan tertulis Senin (17/5/2021).

Lebih detail dia menjabarkan, Satgas Covid-19 itu yang nanti akan menertibkan protokol kesehatan, mengecek jadwal penyemprotan disinfektan di sekolah dan kelas, stok masker, dan sebagainya.

Soal vaksinasi guru, Mantan Mensos itu meminta Kepala Dinkes Jatim berkirim surat dan berkoordinasi dengan Kepala Dinkes Kabupaten/Kota se-Jatim untuk mempercepat vaksinasi tenaga pendidik.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun menargetkan, setidaknya pada akhir Juni nanti vaksinasi terhadap seluruh guru dan tenaga pendidik SMA, SMK, dan SLB di Jatim sudah mencapai 100 persen.

“Kita harus terus monitor berapa banyak guru yang sudah selesai vaksin, berapa yang baru divaksin sekali, berapa yang belum sama sekali. Termasuk, kabupaten/kota mana saja harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Wahid Wahyudi Kepala Dinas Pendidikan Jatim bilang, seluruh bupati/wali kota di Jatim sudah memberi rekomendasi untuk SMA, SMK, dan SLB yang sudah siap menerapkan pembelajaran tatap muka.

Soal proses vaksinasi tenaga pengajar di tingkat SMA, SMK, dan SLB, sampai hari ini persentase guru yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 dua kali sebanyak 38 persen.(den/iss/ipg)

Berita Terkait