Jumat, 25 Juni 2021

Sekolah Tatap Muka Masih Dipertimbangkan Usai Lebaran

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Pembelajaran Tatap. Tidak bisa dipercepat atau diperlambat karena ada variable untuk buka atau tidak. Salah satunya kekhawatiran dengan kondisi Covid-19 yang naik turun. Foto : Humas Pemkot Surabaya

Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melakukan survei tentang Hasil Pelatihan Diklat GTK Tahun 2020 dan Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Survei ini sudah dikirimkan oleh tiap sekolah via online untuk diisi Wali Murid. Beberapa hal yang ditanyakan antara lain model pembelajaran yang diharapkan, misalnya dilakukan dengan google meet, pemberian bahan ajar cetak, menonton materi belajar di televisi, mendengarkan materi belajar audio, dan lain-lain.

Supomo Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, mengatakan masih mempertimbangkan apakah kegiatan PTM yang direncanakan seusai lebaran akan dilaksanakan tepat waktu atau kembali ditunda.

“Target hitung-hitungan di atas kertas keinginnya setelah lebaran bisa buka, tapi lihat lagi. Karena kasus Covid-19 naik turun, kita berharap berangsur-angsur baik,” jelas Supomo.

Supomo menuturkan, ada beberapa alasan rencana PTM kembali harus melewati hitung-hitungan yangmatang. “Tetap harus melihat zona, karena pemerintah memberlakukan zona,” kata Supomo.

Supomo menjelaskan, jika dari survei yang dibagikan banyak Wali Murid yang keberatan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka, maka ada plan B. Yaitu pembelajaran via daring diberlakukan kepada Wali Murid yang tidak mau melepas anaknya untuk sekolah tatap muka. “Jadi pembelajaran tatap muka juga menyiapakan pembelajaran daring,” katanya.

Pihaknya masih menimbang-nimbang kemungkinan PTM untuk dibuka kembali. Tidak bisa lalu mempercepat atau memperlambat karena ada variable untuk buka atau tidak. Salah satunya kekhawatiran dengan kondisi  Covid-19. “Kita hanya menyiapkan antisipasi saja, kalau misalnya setelah lebaran situasinya seperti ini belum ada perubahan kita bisa melakukan tatap muka secara sangat terbatas. Mudah-mudahan abis lebaran zona penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya tidak ada lagi,” jelasnya. (man/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Jumat, 25 Juni 2021
30o
Kurs