Senin, 1 Maret 2021

Siapkan Perlengkapan Persembahyangan Meski Umat Dibatasi ke Klenteng

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Kim chua disiapkan untuk kelengkapan sembahyang umat di pergantian tahun baru China atau Imlek. Foto: Totok suarasurabaya.net

Perayaan Imlek yang bertepatan dengan pandemi Covid-19 memang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Dipastikan umat bakal dibatasi untuk bersembahyang di klenteng.

Namun demikian, pengurus klenteng tetap mempersiapkan perlengkapan persembahyangan yang biasa dipergunakan umat saat melaksanakan persembahyangan Imlek di dalam klenteng.

“Kami tetap persiapkan perlengkapan untuk umat bersembahyang. Karena setiap tahun saat sembahyang Imlek memang klenteng menyiapkan kebutuhan itu. Tahun ini saat pandemi ini, kami tetap mempersiapkan perlengkapan itu. Meskipun nantinya persembahyangan juga dibatasi yang datang, ” terang Akiong pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hong San Ko Tee, Senin (25/1/2021).

Mulai dari Kim chua, Lilin hingga Hio selalu ada di dalam klenteng. Khusus Kim chua memang satu diantara kelengkapan sembahyang umat yang banyak dicari saat malam pergantian tahun Imlek. Biasanya dibakar sebagai bentuk persembahan pada arwah para leluhur.

“Tradisinya memang begitu. Pakai Hio, Lilin dan bakar Kim chua. Itu persembahan dari yang masih hidup untuk keluarga atau leluhur yang sudah meninggal. Apalagi Imlek, biasanya keluarga kumpul. Dan sembahyang bersama, ” tambah Akiong.

Karena itu, meskipun Imlek tahun ini akan ada pembatasan jumlah umat yang sembahyang di klenteng menghindari kerumunan dan jaga jarak, pengurus klenteng tetap menyiapkan perlengkapan sembahyang yang dibutuhkan umat.

Protokol kesehatan, diantaranya memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, kata Akiong juga diwajibkan bagi umat yang akan memasuki klenteng. Jika menolak patuh protokol kesehatan sementara ditolak masuk klenteng.

Karena dipastikan saat malam menjelang pergantian tahun Imlek umat bakal berdatangan, sedangkan situasi pandemi Covid-19 belum selesai, maka pengurus klenteng dengan terpaksa melakukan pembatasan jumlah umat di dalam klenteng.(tok/tin/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Surabaya
Senin, 1 Maret 2021
27o
Kurs