Senin, 6 Desember 2021

Soal Video Viral, Risma Mensos: Itu Bukan Penjarahan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Tri Rismaharini Menteri Sosial di salah satu rumah makan di Kawasan Gubeng, Surabaya, Sabtu (16/1/2021). Foto: Denza suarasurabaya.net

Sejumlah video beredar di media sosial tentang situasi terkini di Kabupaten Majene dan Mamuju Sulawesi Barat. Masyarakat menyerbu mobil bak terbuka berisi bahan kebutuhan pokok untuk korban gempa.

Tri Rismaharini Menteri Sosial menegaskan, itu bukan penjarahan. Dia mengakui, pengiriman bantuan untuk korban gempa memang terhambat sejumlah jalan yang terputus sehingga datang terlambat.

“Ada beberapa video yang beredar bahwa seolah-olah penjarahan tapi sebetulnya yang terjadi bukan begitu. Memang karena kemarin itu terputus antara Makassar dengan Mamuju,” ujar Risma di Surabaya.

Risma menyampaikan ini kepada wartawan di salah satu rumah makan di Kawasan Gubeng, Surabaya, Sabtu (16/1/2021).

Akses jalan yang terputus antara Makassar, Sulawesi Selatan, dengan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menurut Risma membuat pengiriman bantuan menempuh waktu lebih lama.

“Itu putus karena ada longsoran. Mungkin sekarang mulai dikerjakan. Jadi bahan kebutuhan kita itu harus muter (berputar) kurang lebih 6 jam. Baru pagi tadi sampai. Mungkin mereka (warga) juga kelaparan,” katanya.

Bantuan yang seharusnya sampai Jumat (15/1/2021) dari Makassar dengan waktu tempuh sembilan jam, dengan adanya akses jalan yang terputus baru bisa tiba di lokasi Sabtu pagi karena harus mencari jalan lain.

“Jadi itu bukan penjarahan. Kita harus membaca situasi,” katanya.

Menurut Risma, pascagempa berkekuatan magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat, tidak ada pasar yang buka. Tidak ada toko yang buka. Semua warga ketakutan dan mengungsi ke tempat lebih tinggi mengingat ada potensi gempa susulan disertai tsunami.

Risma yang sudah meninjau lokasi gempa mengaku meminta warga untuk mengungsi ke dataran lebih tinggi. Ini karena hasil koordinasinya dengan BMKG menyatakan, memang ada potensi gempa susulan.

“Memang saya suruh warga itu mengungsi di tempat yang tinggi. Mereka itu ada di sepanjang jalan. Jadi sebetulnya lumrah. Mungkin sudah lapar. Kemarin sore di sana aku masak sendiri, bagi sendiri, dibantu temen-temen Tagana,” ujarnya.

Mengantisipasi keterlambatan suplai bahan kebutuhan pokok untuk korban gempa, Risma akan memfungsikan sejumlah bangunan di kawasan gempa menjadi gudang penyimpanan bantuan.

Di lokasi-lokasi yang terisolasi, misalnya di sejumlah perbukitan di mana banyak warga mengungsi, Mantan Wali Kota Surabaya itu akan memaksimalkan pemasangan tenda darurat sebagai tempat bernaung bagi mereka.

“Ada 41 balai di sana yang akan kami fungsikan jadi gudang. Sekarang Balai sudah kami jadikan posko untuk dapur umum. Tenda akan kami dirikan di tempat tinggi, saya tidak berani menyuruh turun. Kami akan berikan bantuan makanan,” ujarnya.(den/ISS)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
28o
Kurs