Jumat, 1 Juli 2022

Umat Konghucu Indonesia Rayakan Imlek Tahun Ini secara Virtual

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Warga Kapasan Dalam memeriahkan Imlek dengan memasang Lampion merah di masing-masing rumah. Foto: Totok suarasurabaya.net

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hari raya keagamaan di Indonesia tahun 2020-2021 dirayakan dalam keterbatasan, akibat pandemi Covid-19.

Tahun ini, Umat Konghucu juga harus merayakan Imlek tanpa ada ibadah bersama di kelenteng, dan kegiatan keagamaan lainnya yang melibatkan banyak orang.

Budi Santoso Tanuwibowo Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) mengatakan, kendala Umat Konghucu di Indonesia sama seperti umat beragama lainnya, yaitu keterbatasan aktivitas.

“Kendalanya saya pikir sama semua umat beragama bahkan warga dunia, gerak langkah kita jadi terbatas karena takut terpapar Covid-19. Maka dari itu, kita yang harus bisa menyesuaikan karena yang dilawan adalah alam. Mungkin selama ini kita sudah berbuat seenaknya,” ujarnya kepada suarasurabaya.net, Jumat (12/2/2021).

Maka dari itu, Matakin mengimbau umatnya untuk bisa menyesuaikan diri dengan alam dan keadaan.

Budi mengungkapkan, sejak pengumuman kasus Covid-19 pertama di Indonesia, tanggal 2 Maret 2020, Matakin langsung menginstruksikan umat untuk beribadah di rumah.

Ibadah besar, cuma bisa dihadiri beberapa orang di tempat peribadatan, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Setiap kegiatan ibadah kami di masa pandemi lebih banyak secara virtual, dari rumah, termasuk sembahyang/kebaktian. Kalau pun ada kegiatan di tempat ibadah, pesertanya sangat terbatas, bahkan cuma diwakili pengurus. Kegiatan di tempat peribadatan tetap ada tapi sepi. Hal itu untuk menghindari penularan Virus Corona. Apalagi umat kami banyak yang rentan karena sudah lanjut usia,” imbuhnya.

Matakin, lanjut Budi, akan menggelar perayaan Imlek Nasional, tanggal 14 Februari 2021 pukul 10.00 WIB secara virtual, yang disiarkan langsung lewat YouTube Matakin.

Agenda perayaan Imlek virtual, kata Budi, hanya sembahyang besar, kemudian sambutan dari tokoh-tokoh lintas agama, sambutan menteri, beberapa pengusaha, dan Ma’ruf Amin Wakil Presiden.

Terkait perayaan Imlek dan ibadah jarak jauh memanfaatkan teknologi informatika, Pendeta Konghucu itu menegaskan kepada umatnya nilai ibadah/pahalanya tidak berkurang.

Jadi, setiap kegiatan Umat Konghucu selama masa pandemi Covid-19 lebih banyak secara virtual, diikuti umat dari rumah, termasuk sembahyang dan perayaan hari besar keagamaan.

“Sembahyang dari rumah tidak berkurang nilainya. Yang penting kan hatinya. Di Konghucu ada ajaran merawat tubuh, menjaga keselamatan jangan sampai terkena penyakit atau bahkan meninggal dunia itu bagian dari Laku Bakti, seperti halnya menjaga nama baik orangtua, meneruskan cita-cita mulia orangtua, hidup lurus,” tegasnya.

Sekadar informasi, Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili diperingati dengan simbol hewan kerbau emas.

Di Indonesia, Tahun Baru Imlek mulai dirayakan sebagai hari libur nasional sejak tahun 2003, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002.

Selain di Indonesia, Tahun Baru Imlek juga jadi hari libur nasional di Brunei Darussalam, Filipina, Korea, Malaysia, Mauritius, Singapura, China, Thailand dan Vietnam.(rid/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 1 Juli 2022
30o
Kurs