Senin, 27 Juni 2022

Vaksin Merah Putih Unair-Biotis Diprediksi Uji Klinis ke Manusia Mulai Juli

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Profesor Mohammad Nasih Rektor Unair saat memberikan pemaparan tentang vaksin Merah Putih kepada awak media, Senin (19/4/2021). Foto: Denza suarasurabaya.net

Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga Surabaya akan menyuntikkan dosis kedua vaksin kepada hewan uji coba pekan depan.

Suntikan pertama vaksin terhadap tikus, dalam uji coba pre klinik vaksin Merah Putih kerja sama Unair dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia dilakukan 9 April kemarin.

Unair-Biotis mengakui, mereka terkendala impor hewan uji coba dan proses karantina hewan yang terbuat memakan waktu cukup lama, sehingga penyuntikan pertama tertunda.

Suntikan kedua dilakukan 14 hari setelah suntikan pertama. Dan tidak selesai pada tahap itu, peneliti akan melakukan pengamatan terhadap tikus uji coba selama beberapa waktu.

Selain itu juga akan melakukan uji tahan vaksin terhadap strain virus lain, atau mutasi virus korona berbeda, untuk mengukur tingkat toleransi dan efikasi vaksin yang sudah diformulasikan.

Profesor Mohammad Nasih Rektor Unair memperkirakan, proses uji coba preklinis vaksin terhadap hewan ini akan memakan waktu paling cepat tiga bulan.

“Kalau sesuai jadwal yang kami keluarkan kemarin, kata (peneliti)-nya tiga bulan. Paling cepat tiga bulan. Klinisnya itu itungannya delapan bulan. Ini standar yang ada. Bahwa itu ada percepatan, itu persoalan lain,” ujarnya, Senin (19/4/2021).

Dengan demikian, setidaknya pada Juli mendatang uji pre klinis terhadap hewan tikus dan kera ini bisa tuntas. Dia memperkirakan, pada Juli itu pula uji klinis kepada manusia bisa dimulai.

“Kemungkinan Juli itu mulai, delapan bulan berarti sampai Februari. Jadi, 11 bulan lagi, atau 10 bulan ke depan mudah-mudahan kelar semua. Jadi masih panjang. Mumpung puasa kami harus bersabar,” ujarnya.

Nasih bilang, berdasarkan laporan Profesor Dr Fedik Abdul Ratam salah satu peneliti Vaksin Merah Putih Unair, setelah suntikan pertama kemarin sampai hari ini hewan uji coba itu secara fisik sehat wal afiat.

“Peneliti belum melakukan pemeriksaan lebih jauh sampai ke sampel darah dan pemeriksaan lainnya. Sehingga belum ada evaluasi spesifik. Kami masih menunggu prosesnya ini,” ujarnya.

Dia bilang, Unair akan memantau setiap proses dalam setiap tahapannya secara seksama. Karena para peneliti juga tidak ingin terburu-buru, dengan hasil yang nantinya kurang maksimal.

“Karena ini akan berkaitan dengan manusia, kami pastikan akan mengikuti bener setiap mekanisme dan mengikuti bener SOP yang ada dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” ujarnya.(den/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
30o
Kurs