Rabu, 16 Juni 2021

Wapres: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Kebhinnekaan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Masjid Istiqlal di Jakarta. Foto: Istimewa

Ma’ruf Amin Wakil Presiden mengatakan terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta, merupakan simbol toleransi dan kebhinnekaan karena merepresentasikan hubungan baik antarumat beragama, khususnya Islam dan Katolik di Indonesia.

“Terowongan Silaturahim ini akan menjadi simbol toleransi dan kebhinnekaan bangsa indonesia, yang akan menjadi contoh baik bagi masjid-masjid lainnya di wilayah Ibu Kota dan daerah lainnya, bahkan di tingkat regional maupun global,” kata Ma’ruf Amin Wapres dalam acara Milad ke-43 Masjid Istiqlal secara virtual dari Jakarta, Senin malam (22/2/2021).

Ma’ruf Amin mengapresiasi inisiatif pembangunan terowongan tersebut dan berharap Masjid Istiqlal dapat menjadi pionir dalam menyebarkan perdamaian antarmasyarakat yang majemuk di seluruh wilayah Indonesia.

“Saya berharap peran dan kontribusi Masjid Istiqlal, sebagai masjid negara, dalam memberi contoh dan teladan bagi masjid lain dalam menyebarkan kesejukan dan kedamaian, merawat harmoni dan persatuan, serta konsisten dalam dakwah Islam wasathiyah,” jelasnya seperti dilansir Antara.

Selama 43 tahun berdiri, Masjid Istiqlal telah menjalankan fungsinya dengan baik, baik dalam makna tradisional maupun dalam sektor sosial dan politik selama perjalanan bangsa Indonesia, katanya.

Masjid Istiqlal telah menyelesaikan renovasi pertamanya sejak pertama kali didirikan di Indonesia sehingga kini saatnya masjid terbesar di Asia Tenggara dan Asia Timur itu berkembang sebagai pusat gerakan peradaban dan budaya Islam di Indonesia, kata Wapres.

“Masjid Istiqlal telah berdiri mewah dan megah secara fisik di jantung Ibu Kota Jakarta. Saatnya kini untuk mengembangkan ‘perangkat lunak’-nya, bagaimana menjadikan Masjid Istiqlal sebagai pusat gagasan dan gerakan pembangunan peradaban dan budaya Islam di Indonesia,” harap Wapres.

Masjid Istiqlal diresmikan pada 22 Februari 1978, setelah melalui proses pembangunan selama 17 tahun atas inisiatif Soekarno Presiden. Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Soekarno Presiden pada 24 Agustus 1961.

Nama “Istiqlal” dalam Bahasa Arab berarti “merdeka”, yang diharapkan masjid tersebut menjadi simbol kemerdekaan bangsa Indonesia terbebas dari penjajahan, sekaligus bentuk syukur atas keberagaman masyarakat Indonesia.

Masjid Istiqlal terletak di sebelah timur laut Lapangan Medan Merdeka, yang di tengah-tengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di sebelah timur Masjid Istiqlal terdapat Gereja Katedral yang merupakan rumah ibadah bagi umat Katolik.

Terowongan silaturahmi dibangun sepanjang 33 meter dengan kedalaman tujuh meter, yang proses pembangunannya diharapkan selesai pada Maret mendatang.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Rabu, 16 Juni 2021
25o
Kurs