Senin, 27 Juni 2022

Warga: Semeru Adalah Sumber Kehidupan, Kami Syok Semeru Meletus

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Para warga Desa Curah Kobokan yang mengungsi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang pada Senin (6/12/2021) pagi, pascaerupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021). Foto: Manda suarasurabaya.net

Mamik salah satu penduduk asli Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang mengaku ketakutan dan trauma pascaerupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) sore kemarin.

Ia menceritakan, sebelumnya warga sekitar memang tidak merasa takut jika Gunung Semeru mengeluarkan lahar dingin atau erupsi, karena kejadian seperti itu sering terjadi dan menyatu dengan kegiatan sehari-hari masyarakat sekitar.

Bahkan Gunung Semeru dianggap warga membawa rezeki bagi penduduk karena sisa-sisa erupsi pasti membawa pasir dan membuat tanah menjadi subur.

“Bagi saya Semeru adalah kehidupan, dengan tipikal erupsi setiap hari adalah kehidupan, karena memberikan manfaat kepada penambang pasir dan tanah kami menjadi subur,” kata Mamik saat berjumpa Reporter Suara Surabaya, Senin (6/12/2021) pagi.

Baca juga: 10 Orang Masih Terjebak di Dusun Curah Kobokan

Namun, rasa aman tersebut seketika berubah menjadi ketakutan dan trauma, pascaerupsi yang menewaskan 13 orang dan ratusan orang mengalami luka bakar akibat debu vulkanik Semeru.

“Saya sebagai warga syok banget karena (erupsi Gunung Semeru) membakar sebagian saudara-saudara saya. Semeru biasanya tidak sampai membakar.  Lelehan lava merah di tengah malam bagi kami sudah terbiasa, tapi kali ini tidak. Kali ini memang cobaan. Erupsi Semeru membakar saudara-saudara kami bahkan ada yang meninggal dan menenggelamkan rumah saudara-saudara kami,” cerita Mamik sambil menangis.

Baca juga: 13 Orang Meninggal Dunia Akibat Erupsi Semeru

Ia mendorong kepada penduduk yang terdampak, untuk mau berkumpul dan mengikuti trauma healing yang disiapkan oleh petugas. Dengan begitu, beban dan trauma yang dirasakan dapat dipikul bersama-sama.

Apalagi, rumah Mamik juga digunakan menjadi posko layanan kesehatan yang bisa digunakan oleh warga sekitar.

“Saya dari pengurus IKA Unair membuka posko di rumah saya. Karena saya melihat ada warga menyembunyikan luka bakarnya, jadi monggo ke posko. Kita langsung menuangkan isi hati dan ketakutan kita,” ungkapnya.

Baca juga: BPBD Lumajang: 102 Korban Luka Akibat Letusan Semeru

Meski pada Senin subuh ini, Gunung Semeru kembali mengeluarkan aliran lahar dan menimbulkan suara gemuruh yang cukup keras, namun para relawan dan petugas tetap melaksanakan tugas kemanusiaanya, dengan tetap memegang kewaspadaan.

Pada Senin pagi ini, cuaca di sekitar Kecamatan Candirejo cerah, sehingga tim evakuasi kembali menyalurkan bantuan.(tin/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
25o
Kurs