Senin, 1 Maret 2021

Whisnu: 22 Kejadian Gejala Vaksinasi di Surabaya Masih Kategori Ringan

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Vaksin Covid-19 yang disuntikkan dalam pencanangan vaksinasi di Surabaya hari ini, Jumat (15/1/2020). Foto: Anton suarasurabaya.net

Whisnu Sakti Buana Plt Wali Kota Surabaya menegaskan, Keluhan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tidak banyak dialami oleh tenaga kesehatan yang disuntik vaksin Covid-19.

Dari catatan Dinas Kesehatan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ada 22 kejadian, dengan rincian 7 orang mengalami merah atau ruam di lengan tempat ia divaksin, 5 orang alami gatal-gatal, satu orang demam, dan satu orang lagi muntah-mutah. Whisnu memastikan, tidak ada keluhan gejala berat, semuanya kategori KIPI ringan.

Nggak ada yang KIPI berat, semua itu KIPI ringan,” ujar Whisnu di Balai Kota, Jumat (22/1/2021).

Whisnu mengatakan, target vaksinasi untuk tenaga kesehatan di Surabaya selesai akhir bulan. Dari laporan terakhir sudah ada 3.307 nakes yang sudah menerima vaksinasi. Prosedur penentuan nakes yang akan divaksinasi pun, tidak lagi menunggu SMS blast dari Pemerintah Pusat. Sehingga akan lebih cepat karena Pemkot sudah siap data sejak awal.

“Kalau di Surabaya dari kemarin keputusan pusat seperti itu, alhamdulillah sampai hari ini tidak ada problem artinya tenaga kesehatan di RS sudah bisa divaksin, karena sudah pakai sistem lokal kan, tidak lagi menunggu SMS blast dari pusat,” kata Whisnu.

Whisnu memastikan, sebanyak 111 faskes sudah sangat siap memenuhi target waktu vaksinasi ini. Ia merinci, untuk rumah sakit kecil, ada 25 RS kecil menargetkan bisa menuntaskan vaksinasi 5 hari, sejak tanggl 21 sampai 26 Januari. Kemudian ada 23 RS besar yang butuh 10 hari ke depan atau ditarget tuntas pada 31 Januari.

Sekarang ini nakes di 63 Puskesmas sudah selesai, tinggal melayani faskes samping seperti klinik, apotek, dan sebagainya. “Kalau Puskesmas itu sudah selesai, tinggal sekarang melayani vaksinasi nakes yang dari klinik, apotek dan sebagainya,” katanya.

Sementara kata Whisnu para nakes yang ditolak dalam screening ada 225 orang, dan yang harus ditunda sekitar 115. “Ditolak itu karena ada komorbid, karena usia. Kalau penundaan itu mereka yang perlu menurunkan tensi sehingga dijadwal ulang,” katanya.(bid/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Surabaya
Senin, 1 Maret 2021
27o
Kurs