Jumat, 3 Desember 2021

World Sight Day, Unair Gelar Pemeriksaan Mata Anak dengan Sistem Drive Thru

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Pemeriksaan visus drive thru, Petugas menggunakan aplikasi dengan jarak 2 meter, dan peserta dari dalam mobil menjelaskan kepada petugas. Acara ini dilaksanakan dalam rangka World Sight Day di Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, Minggu (17/10/2021). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Bertepatan dengan World Sight Day (WSD) 2021 dilaksanakan pemeriksaan visus drive thru di Fakultas Kedokteran Unair Airlangga Surabaya. Kegiatan ini berupa pemeriksaan visus (tajam penglihatan) gratis dengan menggunakan aplikasi untuk anak usia sekolah secara drive thru, Minggu (17/10/2021).

Dr. Muhammad Firmansjah.SpM(K) Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami)  mengatakan, tema kegiatan untuk World Sight Day tahun 2021 adalah “Love your Eyes and everyone Counts“, yaitu tentang meningkatkan kesadaran akan kesehatan mata mulai dari diri sendiri, dan diharapkan untuk melakukan tes penglihatan jika memungkinkan.

World Sight Day juga merupakan salah satu acara sosial tahunan yang diagendakan oleh Perdami yang bertujuan untuk mengadvokasi dan mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya penglihatan bagi kehidupan kita,” jelasnya.

Dilakukan secara drive thru, karena masih situasi pandemi, dan menjaga social distancing sekaligus  menjembati masyarakat yang takut datang ke layanan kesehatan.

Pemeriksaan visus drive thru ini diperuntukan bagi anak usia sekolah 6-18 tahun. Dan sudah mendaftar secara online lebih dahulu. Peserta bisa drive thru  bisa dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan disediakan juga penjemputan menggunakan roda dua, bagi masyarakat yang datang tanpa membawa kendaraan.

Dari atas kendaraan ini, peserta akan diperiksa matanya dengan melihat huruf yang ada di gadget yang dibawa oleh dokter PPDS dengan jarak sekitar dua meter, dengan menutup mata kiri dan kanan secara bergantian. Jika mereka benar membaca dengan skor 6/6 berarti mata normal, sedangkan kalau tidak maka disarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kenapa kita khususkan kepada anak-anak, karena mereka banyak melakukan aktivitas melalui gadget, dan ini kita harus harus aware dengan kesehatan mata anak. Sebab dekteksi dini sangat penting sehingga kalau ada masalah bisa diatasi,” kata dokter Firmansjah.(man/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs