Sabtu, 4 Februari 2023

25 Bus Listrik Bantuan Kemenhub Segera Tiba di Surabaya, Dishub Siapkan Dua Rute Perjalanan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Bus listrik yang dioperasikan Damri dalam mendukung penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Foto: Damri

Sebanyak 25 bus listrik bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera tiba di Kota Surabaya pada pertengahan Desember 2022.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya sudah menyiapkan dua rute operasional perjalanan untuk bus listrik tersebut.

Tundjung Iswandaru Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyebut, Pemerintah Kota Surabaya sudah mengajukan dua rute operasional. Rute pertama mulai Terminal Purabaya menuju Kenjeran Park.

“Itu melalui Jalan Jemursari, SIER, Rungkut, perempatan Gunung Anyar, MERR (Middle East Ring Road) sampai Kenjeran,” kata Tundjung, Kamis (8/12/2022).

Rute kedua, dimulai dari Jalan Benowo ke Jalan Tunjungan. Pemilihan rute mulai kawasan Benowo ini berkaitan dengan Piala Dunia U-20 2023, supaya bisa terhubung dengan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

“Karena kaitannya nanti kalau ada piala dunia, dia (bus listrik) bisa dikoneksikan ke GBT. Rute ini sedikit berubah dari awal. Awal kita mengusulkan dua rute, yaitu Surabaya – Perak dan rute kedua dari Purabaya ke arah MERR,” ungkap dia.

Seperti diketahui, bus listrik bantuan itu sebelumnya dipakai sebagai transportasi dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali 16-17 November 2022 lalu.

Tundjung mengatakan, seharusnya ada 34 armada bus listrik yang diterima oleh Pemkot Surabaya, namun pengiriman dilakukan bertahap.

“Memang direncanakan Surabaya dapat sekitar 34 unit, tapi bertahap. Mungkin di tahun ini perkembangan terakhir (dikirim) 25 unit dulu, karena tahun ini beroperasinya kurang lebih sekitar 1-2 minggu. Setelah itu kan kontraknya di tahun berikutnya,” ujarnya.

Terkait pengoperasian bus listrik, lanjut Tundjung, dilakukan melalui mekanisme kontrak kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, dengan pihak operator yaitu Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI).

“Jadi itu semua yang berkontrak adalah Dirjen Perhubungan Darat dengan operator, dalam hal ini DAMRI,” jelas dia.

Tapi secara teknis, dia mengaku perlu koordinasi bertahap dengan pihak operator agar dapat mewadahi ini.

“Jadi perkembangan terakhir semua bisa dilakukan, tinggal nanti kita koordinasi seperti apa. Karena terkait seperti apa juga pengoperasian dan bus stop,” ujarnya.

Meski baru 25 unit bus yang segera tiba, Tundjung berencana menggelar soft launching juga sosialisasi jika bus sudah ada.

“Nanti kalau sudah mendekati kita akan sosialisasi dan soft launching dulu, ini masih kita finalisasi. Harapannya ke depan perpindahan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum ini bisa lebih baik,” pungkasnya.(lta/tik/rst)

Berita Terkait