Rabu, 10 Agustus 2022

Belajar Parenting untuk Anak Autis Lewat Galeri Lukisan Vincent Prijadi Purwono

Laporan oleh Retha Yuniar
Bagikan
Vincent Prijadi Purwono saat melukis objek pesawat kesukaannya, Selasa (5/7/2022) Foto : Retha Yuniar suarasurabaya.net

Melalui Vin Gallery, Rudy Purwono ayah dari Vincent Prijadi Purwono, anak dengan autism spectrum disorder (ASD) atau yang lebih sering disebut autisme, ingin menyampaikan pada dunia bahwa anak dengan autisme bisa produktif dan memiliki kemampuan yang tak kalah dengan anak lainnya.

Rudy Purwono menyulap bangunan yang awalnya merupakan ruko usaha keluarga menjadi galeri lukis buah hatinya Vincent, karena kamarnya tak lagi muat menyimpan ratusan karya lukisnya.

“Awalnya hanya lantai tiga yang kita pakai untuk galeri. Ternyata kurang. Karyanya semakin banyak. Akhirnya ruko tiga lantai ini jadi full galeri,” ujar Rudy Purwono pada suarasurabaya.net, Selasa (5/7/2022).

Terlihat dari pemilihan nama, Vin Gallery dipilih sebagai representasi sosok Vincent sebagai inspirasi pendiriannya.

Rudy bercerita, Vincent yang sangat hobi menggambar kereta dan pesawat, sempat bersekolah formal bersama anak-anak normal hingga kelas 8 SMP. Namun, semakin hari Vincent semakin menunjukkan perilaku destruktif sebagai ekspresi penolakannya tentang sistem pembelajaran di sekolah.

“Dulu Vincent mudah tantrum dan beberapa kali self harm juga. Tapi ternyata lewat melukis, perilaku ini berkurang dan menghilang dengan sendirinya,” ungkapnya.

Menangkap sinyal dari sang anak yang lebih suka melukis ketimbang menghabiskan waktu di sekolah. Rudy mendukung si anak untuk tidak melanjutkan sekolah formal dan akhirnya mendirikan galeri ini.

Namun ternyata, Vin Autism tak hanya berfungsi sebagai galeri lukis tapi pelan-pelan bertransformasi menjadi ruang sharing bagi para orang tua.

Setiap Senin sampai jumat, galeri ini menjadi kelas belajar bagi anak-anak autis mengekspresikan karya nya melalui goresan kuas dan kanvas.

Tak hanya didampingi praktisi pelukis, galery ini juga menghadirkan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama belajar.

“Kami ingin share dari sisi parenting juga ya. Karena hal terbesar sekaligus kunci paling penting untuk menangani anak-anak dengan autisme ini justru dari sisi orang tuanya,” kata dia.

Melalui Vin Gallery, Rudy ingin mengajak para orang tua untuk menerima kondisi anaknya.

“Autisme ini bukan penyakit. Ini kondisi,” tegasnya.

Dengan menganggap bahwa autisme ini adalah penyakit, membuat para orang tua tanpa sadar memiliki ekspektasi anaknya akan sembuh.

“Yang menjadi kunci paling penting dari para orang tua adalah accepting,” ujarnya kembali.

Setelah menerima kondisi anak secara utuh. Orang tua dengan anak autis bisa lebih memahami si anak dan menjadi support system yang baik.

“Orang tua dengan anak autis harus jeli melihat kelebihan anaknya. Kelebihan setiap anak berbeda. Di sinilah peran orang tua. Begitu ketemu, fokus dikembangkan saja. Itu akan jadi sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Vin Autism masih menjadi satu-satunya galeri lukis di Surabaya yang secara khusus menampilkan karya anak-anak autis. (tha/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Rabu, 10 Agustus 2022
25o
Kurs