Kamis, 2 Februari 2023

Bupati Lumajang Evaluasi Masa Tanggap Darurat Usai Status Semeru Siaga

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Thoriqul Haq Bupati Lumajang. Foto: Antara

Thoriqul Haq Bupati Lumajang akan mengevaluasi masa tanggap darurat yang ditetapkan selama 14 hari pascastatus Gunung Semeru yang turun dari Level IV (Awas) menjadi level III (Siaga).

“Hal tersebut nantinya akan menjadi evaluasi bagi pemerintah dalam masa tanggap darurat yang terjadi di Kabupaten Lumajang,” katanya saat berada di posko pengungsian Desa Penanggal seperti dikutip Antara, Jumat (9/12/2022).

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Semeru turun status dari Level IV (Awas) ke level III (Siaga) yang terhitung tanggal 9 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

“Kendati demikian, saat ini masa tanggap darurat masih tetap berjalan,” ucap bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq itu.

Cak Thoriq mengatakan, tahapan ini dimulai dari warga pengungsi yang bisa kembali ke tempat tinggalnya masing-masing, terutama warga yang telah mendapatkan hunian relokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.

“Bagi yang sudah mendapatkan relokasi hunian tetap, maka kami akan mengarahkan kepada mereka semua untuk kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya.

Dia mengatakan, bagi warga yang belum mendapat hunian relokasi, maka pihaknya sedang mengupayakan dalam waktu maksimal pada 13 Desember 2022.

“Selain itu, beberapa validasi data sekarang sedang dilakukan dengan melibatkan RT/RW dan Kepala Desa maupun camat, karena nantinya akan dilakukan penambahan hingga 200 keluarga (KK) yang itu merupakan sisa dari 1.200 KK yang sudah masuk,” katanya.

Cak Thoriq menjelaskan, masyarakat dapat menghubungi kepala desa di balai desa masing-masing, baik di Desa Supiturang-Kecamatan Pronojiwo maupun Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro, atau ke BPBD yang sekarang masih berada di Balai Desa Penanggal terkait informasi relokasi hunian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang telah membantu dalam beberapa hari untuk mengelola pengungsian, membantu dapur umum dan segala kebutuhan masyarakat yang mengungsi,” ujarnya.

Selain itu, relawan dapat menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang terkait validasi data masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Kami akan kroscek semua terkait bagaimana mekanisme dan langkah-langkah yang sudah dilakukan maupun yang belum, itu sebagai bentuk kolaborasi bagaimana penanganan bencana APG Semeru segera dituntaskan,” katanya.(ant/tik/ipg)

Berita Terkait