Kamis, 9 Februari 2023

Data Per Hari Ini, 327 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Cianjur

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan mengevakuasi dua jenazah yang terkubur tanah akibat gempa bumi di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (28/11/2022). Foto: Antara

Tim gabungan pencarian dan penyelamatan di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hari ini, Selasa (29/11/2022), kembali menemukan 4 jenazah korban gempabumi magnitudo 5,6, di Cianjur, Jawa Barat.

Dengan penemuan jenazah tersebut, jumlah korban meninggal dunia yang terkonfirmasi menjadi 327 orang.

Sementara, korban yang masih belum diketahui keberadaannya pascagempa bumi hari Senin (21/11/2022), bertambah dari lima menjadi 13 orang.

Dalam keterangan pers, sore hari ini di Pendopo Kabupaten Cianjur, Letnan Kolonel Armed Hariyanto Komandan Kodim 0608 Kabupaten Cianjur mengatakan, penambahan data 8 orang hilang itu baru dilaporkan kepala desa.

“Tim gabungan berhasil menemukan 4 jenazah. Sehingga, korban hilang tersisa 5 orang. Namun, berdasarkan laporan yang kami terima, ada korban hilang tambahan dari Desa Cijedil sebanyak 6 orang dan dari Desa Mangunkarta sebanyak 2 orang. Jadi, total korban hilang menjadi 13 jiwa,” ujarnya.

Hariyanto mengungkapkan, korban luka berat yang masih dirawat di rumah sakit wilayah Cianjur ada 68 orang. Sebanyak 40 pasien luka berat yang sebelumnya rawat inap di rumah sakit sudah boleh pulang.

Lebih lanjut, dia menyebut BNPB bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta United Nations Population Fund terus melanjutkan validasi jumlah titik pengungsian.

Data per hari ini pukul 15.00 WIB tercatat ada 39.985 titik pengungsian. Jumlah pengungsi 108.720 orang, dengan rincian pengungsi laki-laki 52,987 dan pengungsi perempuan 55,733 orang.

Komandan Kodim 0608 Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat yang rumah tinggalnya tidak mengalami kerusakan struktur untuk kembali ke rumah masing-masing.

“Kondisi kegempaan sudah mulai melemah di mana masyarakat kami imbau untuk kembali ke rumah masing-masing yang tidak rusak,” tandasnya.(rid/ipg)

Berita Terkait