Sabtu, 10 Desember 2022

Dijadwalkan Tuntas Februari, Emil Dardak Tinjau Pembangunan Klaster Animasi KEK Singhasari

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Emil-dardak-meninjau-KEK-singhasari Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim saat meninjau pembangunan Klaster Animasi di KEK Singhasari, Kabupaten Malang, Minggu (9/1/2022). Foto: Humas Pemprov Jatim

Satu dari sejumlah klaster yang sedang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari di Kabupaten Malang, Jawa Timur adalah klaster animasi. Pembangunan klaster ini dijadwalkan tuntas pada Februari 2022 dan akan duluncurkan pertengahan Maret.

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur meninjau klaster ini secara langsung di KEK Singhasari yang berlokasi di Jalan Raya Klampok, Perum Singosari, Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (9/1/2022).

Didampingi Kris Widyat Praswanto General Manager KEK Singhasari, Purnadi Direktur Umum KEK Singhasari, juga Widyono Staf KEK Singhasari, Emil meninjau pembangunan termutakhir klaster animasi.

Dia menyaksikan, sudah ada satu bangunan yang sudah tuntas dibangun. Sementara beberapa bangunan lainnya masih dalam proses pembangunan tingkat kedua.

Emil sempat memasuki bangunan itu, yang mana di dalamnya sudah tersedia sejumlah meja dan kursi ala gamers yang ditempatkan di beberapa ruangan.

Mantan Bupati Trenggalek itu pun mengatakan, peninjauan dan pembangunan KEK Singhasari itu merupakan bagian dari atensi Pemprov Jatim atas industri animasi.

Mengingat, sudah menjadi keinginan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim untuk mengintegrasikan dunia industri dengan pendidikan vokasi.

“Ini bentuk konkret Pemprov untuk bisa mengembangkan kawasan ekonomi khusus berbasis digital. Dan memang belum ada contohnya yang bisa kita ambil 100 persen. Jadi ini membuka banyak sekali ruang untuk berkreasi. Kalau kita tidak kerja keras bareng-bareng, cita-cita kita mau membangun ekonomi kreatif tentu enggak mudah,” ujarnya.

Nantinya, kata Emil, sektor animasi di dalam KEK Singhasari akan melibatkan konsep inti plasma. Akan ada satu studio relatif besar yang menggandeng studio-studio lain untuk bersama-sama membangun sebuah sistem klaster animasi.

“Syarat yang mereka ajukan, mereka ingin dekat dengan pendidikan vokasi karena banyak sekali kebutuhan talenta-talenta magang untuk bisa mengerjakan project-project di sini,” ujarnya.

Untuk itu, Emil menerangkan bahwa Pemprov Jatim sedang mengupayakan akses yang lebih mendukung pergerakan ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan dana bantuan pelebaran akses jalan kepada pemerintah Kabupaten Malang.

“Tadi juga saya meninjau ada bantuan keuangan provinsi yang kita berikan pada Kabupaten Malang untuk melebarkan dan membenahi jalan akses. Memang belum sampai ke gerbang sini, tapi sudah dapat 2 kilometer. Harapannya, tambahan 2 kilometer lagi bisa segera sampai gerbang depan. Bantuannya lumayan besar, Rp10 miliar lebih. Termasuk bantuan dari pemerintah pusat juga,” ujarnya.

Emil berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan klaster animasi di KEK Singhasari. Menurutnya, ada sejumlah instansi baik swasta maupun negeri yang saling bahu-membahu mewujudkan cita-cita membangun ekonomi kreatif di Jatim.

“Saya berterima kasih kepada Viva Group dan Telkom yang sudah men-support pembangunan ini. Selain itu juga ada BNI yang sudah memberikan kredit untuk pembiayaan klaster animasi ini. Jadi ini sudah bukan hanya government, tapi sudah melibatkan swasta dan juga BUMN,” ungkapnya.

“Kami tentu enggak akan berhenti di sini. Kami ingin memastikan publik bisa melihat kinerja dari support-support yang kami berikan untuk generasi muda di Jatim. Ini langkah pertama untuk memfasilitasi creativity anak muda. Karena memang ini eranya orang bisa kerja secara remote, tapi ekosistem tetap diperlukan,” katanya.

Sebagai informasi, KEK Singhasari merupakan satu dari 15 KEK yang dibangun di Indonesia dan merupakan bagian dari Perpres Nomor 80/2019 terkait percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur.

Nantinya, KEK ini akan diisi dengan Commerce Park, Lokanima (Indonesian content and animation aggregator), Kampung Animasi, Omah Storia, Content Garage, serta Film and Animation Factory.

Di dalamnya, Pemprov Jatim akan menstabilisasi Milenial Job Center (MJC) untuk mendorong tren kerja gig economy di kalangan anak muda. Termasuk menghadirkan kelas-kelas yang mendukung pemaksimalan industri kreatif.

Untuk cluster animasi sendiri, akan ada 7 studio plus 1 studio besar yang dibangun. Di studio besar itulah akan ada viewing theatre untuk pemutaran video kepada client.

Pembangunan klaster ini dijadwalkan tuntas pada Februari mendatang. Sementara, launching klaster Animasi KEK Singhasari ini akan dilakukan pada awal atau pertengahan Maret 2022.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Sabtu, 10 Desember 2022
25o
Kurs