Senin, 30 Januari 2023

DLH Surabaya Identifikasi Sembilan Sumber Bau di TPA Benowo

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
TPA Benowo yang sudah dipasangi geomembran untuk mereduksi bau sampah. Foto: Diskominfo Surabaya.

Menjelang kualifikasi piala AFC U-20 yang digelar di Gelora Bung Tomo Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup masih menemukan adanya sembilan sumber bau dari TPA Benowo.

Sembilan sumber bau tersebut diketahui setelah DLH Surabaya bekerja sama dengan tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang melakukan penelitian pada tanggal 5-6 September 2022.

Agus Hebi Kepala DLH mengatakan bahwa dari sembilan titik itu, yang paling mengganggu ada di jalan akses di sekitar lapangan ABC. Sedangkan delapan sisanya baunya tidak begitu menganggu di area GBT.

“Penyebab baunya bersumber dari ceceran lindi yang ada di akses jalan itu,” kata Agus Hebi saat ditemui di Gedung ex Balai Humas Pemkot Surabaya, Kamis (8/9/2022).

Untuk diketahui, cairan lindi merupakan air hasil pemaparan air hujan yang ditimbun sampah. Cairan itu mengandung senyawa organik maupun senyawa anorganik tinggi yang berbahaya bagi lingkungan.

Hebi melanjutkan, untuk mengeliminasi sumber bau menjelang gelaran AFC, pihaknya akan terus menyemprotkan cairan organik jenis EM6. Terutama di titik yang baunya dirasa paling menganggu.

Penyemprotan cairan organik itu nantinya harus dilakukan setiap hari, karena dampak meredam baunya tidak bisa berlangsung lama, hanya satu hari saja.

Menurut Hebi, penyemprotan EM6 dinilai cukup efektif untuk sementara ini karena berasal dari organisme/organik, bukan dari bahan kimia. Meskipun untuk menghilangkan bau, ini harus dilakukan setiap hari.

Selain itu, pihaknya telah menerapkan sejumlah metode manajemen pengelolaan sampah di TPA Benowo. Antara lain penyemprotan mikro organisme EM6, menutup seluruh TPA Benowo menggunakan geomembran, dan buffer zone.

“Dengan upaya ini semoga saat kualifikasi piala AFC berlangsung bau dari TPA bisa diminimalisir,” pungkasnya.(wld/dfn/ipg)

Berita Terkait