Rabu, 6 Juli 2022

DPR Usulkan Asrama Haji Surabaya Sediakan Tempat Tes Usap PCR untuk Haji 2022

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Nihayatul Wafiroh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. Foto: istimewa

Komisi IX DPR RI beberapa hari lalu meninjau Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur dalam rangka pengawasan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Tahun 2022 ini.

Sekadar informasi, Asrama Haji Surabaya sempat digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 sejak awal 2020 lalu. Untuk itu, Nihayatul Wafiroh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kebersihan dan kondisi Embarkasi Surabaya itu layak digunakan.

“Asrama haji ini kan kemarin menjadi tempat untuk karantina, jadi kita ingin memastikan tempatnya benar-benar sudah bersih, kemudian (asrama) ini sudah dua tahun tidak dipakai (untuk embarkasi haji) maka harus dipastikan kondisinya bersih dan layak,” kata Nihayatul dalam keterangannya, Sabtu (28/5/2022).

Nihayatul Wafiroh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. Foto: istimewa

Dia juga menilai persiapan kesehatan terhadap calon jemaah haji saat ini tidak boleh sembarangan. Terdapat tiga syarat perjalanan haji dari Pemerintah Arab Saudi yang harus terpenuhi, yaitu syarat vaksinasi Covid-19 minimal vaksin lengkap, PCR 72 jam sebelum keberangkatan dan syarat maksimal umur di bawah 65 tahun.

“Kita lihat adalah bagaimana persiapan soal kesehatan karena haji kali ini tidak sembarangan harus ada persyaratan PCR, harus vaksin, dan ada persyaratan (umur jemaah haji) maksimal 65 tahun,” kata Ninik panggilan akrab Nihayatul.

Dia mengusulkan Asrama Haji Surabaya menyediakan tempat swab (tes usap) PCR agar menjadi solusi apabila ada jemaah haji yang terkendala tidak melakukan swab ketika berangkat dari daerah asalnya dan membutuhkan swab PCR kembali.

Ia juga meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan mitigasi jika ada jemaah haji yang terkena positif Covid-19 termasuk dalam perawatannya.

“Kita usul, jika in case ada persoalan tidak terduga, terdapat jemaah yang delay, atau ada yang harus dirawat 2-3 hari, sehingga (masa berlaku) PCR dari daerah itu sudah lebih dari 72 jam, jadi harus di PCR lagi, itu kita harus tetap siapkan (swab PCR) di (asrama) sini. Saya juga sudah bilang ke Dinas Kesehatan dan juga Kemenkes, di sini juga harus ada mitigasi kalau ternyata saat PCR ada yang positif Covid-19, harus dirawat di mana dan bagaimana yang harus lakukan,” pungkas Ninik.

Sementara, Inna Mahanani Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memberikan informasi berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) per tanggal 24 Mei 2022, total jemaah haji asal Jawa Timur ada 19.215 orang (dengan cadangan). Kemudian data cakupan vaksinasi meningitis bagi jamaah haji mencapai 91,58 persen, vaksinasi Covid-19 dosis 1 sebesar 94,6 persen, dosis 2 sebesar 92,3 persen.

Inna juga menyampaikan bahwa untuk jemaah haji Tahun 2022 ini sudah wajib vaksin meningitis, vaksin Covid-19 dosis 1 dan dosis 2, serta hasil swab PCR negatif.

“Persiapan vaksinasi dimana untuk jemaah haji tahun ini wajib sudah divaksin meningitis dan Covid-19 dosis 1 serta dosis 2 dan hasil PCR negatif, sehingga kami berproses menyiapkan laboratorium-laboratorium sehingga ketika mereka berangkat sudah clear, kemudian bisa berangkat,” jelas Inna.(faz/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
31o
Kurs