Rabu, 6 Juli 2022

Dua Kecamatan di Surabaya Lockdown, Pemkot Pastikan Virus PMK Tidak Menular ke Manusia

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Salah satu kandang hewan ternak yang diberikan cairan pencegahan virus PMK. Foto: Diskominfo Surabaya

Antiek Sugiarti Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mengatakan meski dua wilayah di Surabaya yaitu Kecamatan Lakarsantri dan Sambikerep harus menerapkan lockdown lalu lintas ternak akibat suspek wabah Penyakit Mulut dan Kuku, namun dirinya memastikan bahwa virus tersebut tidak menular ke manusia.

“Penyakit PMK ini bukan zoonosis, atau tidak menular dari hewan ke manusia. Jadi masyarakat jangan panik kami hanya melakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan, karena penularan antar hewan ini cukup tinggi antara 70-90 persen,” kata Antiek kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (19/5/2022).

Antiek melanjutkan, meski manusia tidak bisa tertular PMK namun bisa menjadi perantara virus tersebut dan menularkan ke hewan ternak lain.

“Apabila ada individu berada di kandang yang terjangkit PMK kemudian beranjak ke kandang lain yang bersih, maka virus yang menempel di tubuh atau baju individu itu bisa menular ke hewan ternak lain,” ucapnya.

Kendati demikian, pemulihan hewan yang terjangkit PMK ini angka kesembuhannya cukup tinggi dengan asalkan dengan pemberian vitamin dan obat-obatan secara teratur.

Bahkan Antiek mengeklaim angka kematian hewan ternak akibat virus PMK ini masih cukup kecil. Meski demikan pihaknya tetap memberikan edukasi kepada masyarakat dan penjaga hewan ternak supaya tetap waspada.

Sebagai langkah antisipasi, pihak DKPP telah bersurat kepada seluruh kecamatan dan kelurahan di Surabaya apabila menemui gejala penyakit PMK agar segera menghubungi nomor call cantre yang tertera.

“Sesuai arahan Kementerian karena vaksinnya belum ada, kami melakukan antisipasi ke setiap wilayah apabila menemukan gejala PMK segera hubungi kami agar segera diterjunkan tim penanganan khusus,” ujar Antiek.

Antiek menambahkan ketahanan virus di setiap medium sangat bervariasi.

“Virus PMK bisa bertahan di air selama 50 hari, di rumput bisa 74 hari, sedangkan di tanah bisa hingga 200 hari,” urainya.

Oleh karena itu dirinya berharap kepada masyarakat agar tidak menyepelekan virus PMK ini dan tetap mewaspadainya dengan cara tidak panik.

Sebelumnya, DKPP melalui Keputusan Menteri Pertanian RI No 403/ KPTS/ PK.300/ M/05/2022 menerapkan lockdown lalu lintas hewan ternak karena ada temuan atau suspect yang terjangkit PMK di Kecamatan Lakarsantri dan Sambikerep.

Lockdown tersebut dilanjutkan dengan terjunnya delapan tim regu ke peternak dan masyarakat untuk memastikan PMK tidak berbahaya bagi manusia.

“Delapan regu itu melakukan identifikasi, memberikan vitamin untuk hewan ternak yang sehat dan memberikan obat ke hewan ternak yang sakit. Virus ini aman dan tidak menular ke manusia akan tetapi harus tetap waspada,” pungkas Aniek.(wld/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
27o
Kurs